Tidak Percaya Diri di Depan Suami” ketegori Muslim. Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Ibu yang saya hormati, saya ada masalah dengan kepercayaan diri saya yang kurang, arena saya memiliki tubuh yang tidak indah, tidak putih dan tidak tinggi. Saya sudah mengatakan keadaan fisik saya ketika suami ingin menikahi saya, dan dia bilang dia ikhlas menerima kondisi fisik saya.

Tapi akhir-akhir ini suami suka mengatakan kalau ada wanita cantik di TV, Dia itu cantik tapi sayang tidak memakai jilbab. Perkataan suami itu mungkin biasa menurut dia, tapi itu sangat menyakitkan buat saya. Karena wanita yang dikatakan itu adalah wanita cantik yang sempurna dengan tubuh indah, putih, dan sebagainya. Sepertinya saya jadi tersindir.

Dan saya sudah berusaha untuk memperbaiki diri, tapi kalau masalah kulit yang tidak putih, itukan sudah kehendak yang di atas. Dengan sikap saya yang rendah diri di hadapan suami, itu juga mempengaruhi hubungan kami di tempat tidur. saya jadi enggan karena merasa tidak indah.

Saya hanya ingin suami bangga dengan keadaan saya yang apa adanya dan menghargai saya. Bagaimana sikap saya, Bu, an bagaimana cara saya untuk mensyukuri apa yang ada?

Syukron.

WAssalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

I

Jawaban
Assalammu’alaikum wr. wb.

Ibu I yang dimuliakan Allah,

Memiliki perasaan tidak percaya diri memang dapat membuat ibu merasa tidak nyaman karena selalu saja khawatir akan penilaian orang lain yang negatif. Hal tersebut tentu mempengaruhi hubungan ibu dengan orang lain termasuk terhadap suami. Akhirnya ibupun jadi tidak bebas berekspresi termasuk dalam melakukan kegiatan pribadi suami dan istri.

Media memang telah membentuk persepsi wanita tentang penampilan yang dianggap cantik yaitu putih, tinggi, langsing. Padahal tidak semua kriteria fisik yang ditunjukkan oleh media tersebut dimiliki oleh setiap wanita dan bahkan terlalu ideal untuk dimiliki seorang wanita.

Dampaknya banyak wanita yang menggunakan segala cara agar tampak seideal mungkin. Dan ironisnya banyak cara-cara tersebut yang akhirnya jadi berbuat zhalim pada diri sendiri seperti melakukan operasi plastik atau melakukan suntikan silikon.

Sebenarnya cantik tidaklah selalu harus merubah bentuk fisik kita, karena jika cantik selalu saja difokuskan dengan sekedar penampilan fisik maka akan membuat putus asa terhadap hal-hal yang tidak dapat kita ubah. Selain itu cantik fisik juga tidak bersifat abadi namun akan pudar seiring usia.

Dan pada hakekatnya make up yang dapat memberikan kecantikan abadi pada diri seseorang adalah yang datang dari dalam dirinya. Seperti sikap, kecerdasan, keluhuran budi pekerti seringkali dapat membuat seseorang tampil lebih menarik dibandingkan make up termahal yang dapat mempercantik fisik manusia. Bahkan keimanan seseorang merupakan make up terbaik yang dapat membuat wajah seseorang bercahaya dan menarik hati orang yang memandangnya

Kecantikan yang keluar dari dalam diri ibu jika terus dikembangkan akan mampu menutupi kekurangan fisik yang ibu miliki. Oleh karena itu ibu perlu terus memperbaharui kepribadian ibu dan tidak selalu fokus pada fisik maka niscaya suamipun akan memandang ibu sebagai wanita yang menarik meskipun tidak berkulit putih, tinggi atau langsing.

Jika ibu merasa minder dengan apa yang ibu miliki saat ini maka akan lebih melegakan jika dapat berterus terang dengan suami. Katakanlah bahwa ibu merasa minder jika suami memuji wanita lain dengan hal-hal yang tidak dimiliki oleh ibu, diharapkan dengan komunikasi yang baik maka suami akan dapat memahami maksud ibu dan lebih berhati-hati menjaga lisannya.

Meminta suami untuk memuji ibu jika ibu berpenampilan yang menarik hatinya juga dapat meningkatkan rasa percaya diri. Karenanya bicarakanlah kepada suami penampilan seperti apa yang membuatnya merasa nyaman bersama dengan ibu dan ikutilah seleranya, tentu saja yang sesuai juga dengan prinsip dalam agama.

Apalagi suami ibu juga sudah mengucapkan bahwa ia menerima ibu apa adanya. Oleh karenanya ketika ibu berterus terang atas apa yang ibu rasakan pada suami, diharapkan ia dapat memahami ibu dan memberikan dukungan untuk meningkatkan rasa percaya diri ibu. Karena begitulah salah satu tujuan dari pernikahan yaitu saling mendukung agar dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Wallahu’alambishshawab.

Wasalammu’laikum wr. wb.

Sumber Tidak Percaya Diri di Depan Suami : http://www.salaf.web.id