Cluster Sampling adl teknik
pengambilan sampel dimana pemilihan mengacu pada kelompok bukan
pada individu. Cara seperti ini baik sekali utk dilakukan apabila
tak terdapat atau sulit menentukan/menemukan kerangka sampel meski
dapat juga dilakukan pada populasi yg kerangka sampel sudah ada.
Sebagai contoh : Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan ingin
mengetahui bagaimana Sikap Guru SLTP terhadap Kebijakan Manajemen
Berbasis Sekolah (MBS) besar sampel adl 300 orang kemudian
ditentukan Cluster misal sekolah Jumlah SLTP sebanyak 66 Sekolah
dgn rata-rata jumlah Guru 50 orang maka jumlah cluster yg diambil
adl 300 : 50 = 6 kemudian dipilih secara acak enam Sekolah dan dari
enam sekolah ini dipilih secara acak 50 orang Guru sebagai anggota
sampel. Pengambilan sampel dgn cara yg sudah disebutkan di atas
umum dilakukan pada populasi yg bersifat terbatas (Finit) sementara
itu utk Populasi yg jumlah dan identitas anggota populasi tak
diketahui (Infinit) pengambilan sampel biasa dilakukan secara tak
acak (Non random Sampling).
Adapun yg termasuk pada cara ini adl :

  • Quota Sampling : yaitu
    penarikan sampel yg hanya menekankan pada jumlah sampel yg harus
    dipenuhi.
  • Purposive Sampling :
    pengambilan sampel hanya pada individu yg didasarkan pada
    pertimbangan dan karakteristik tertentu.
  • Accidental Sampling :
    pengambilan sampel dgn jalan mengambil individu siapa saja yg dapat
    dijangkau atau ditemui.

"margin: 0pt; font-size: 12pt; line-height: 150%; text-align: justify">
Baca juga "http://beritaislamimasakini.com/teknik-pengambilan-sampel-simple-random-sampling.htm">
Simple Random Sampling
"http://beritaislamimasakini.com/teknik-pengambilan-sampel-systematic-sampling-pengambilan-sampel-secara-sistimatis.htm">
Systematic Sampling
"http://beritaislamimasakini.com/teknik-pengambilan-sampel-stratified-sampling-pengambilan-sampel-berstrata.htm">
Stratified Sampling