“Taqwa” ketegori Muslim.

Taqwa

Kategori Mafatiihur Rizq

Jumat, 23 Juli 2004 22:40:43 WIB

TAQWA

Oleh
Syaikh Dr Fadhl Ilahi

Termasuk sebab turun rizki ialah taqwa. Saya akan membicarakan masalah ini à ¢Ã¢”š ¬Ã¢â‚¬Å“dgn memohon taufiq dari Allah- dalam dua bahasan.

Pertama : Makna Taqwa
Kedua : Dalil Syarà ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢i Bahwa Taqwa Termasuk Kunci Rizki

Pertama : Makna Taqwa

Para ulama rahimahullah telah mejelaskan apa yg dimaksud dgn taqwa. Di antaranya, Imam Ar-Raghib Al-Asfahani mendenifisikan : à ¢Ã¢”š ¬Ã…”œTaqwa yaitu menjaga jiwa dari peruntukan yg memuntuk berdosa, dan itu dgn meninggalkan apa yg dilarang, dan menjadi sempurna dgn meninggalkan sebagian yg dihalalkanà ¢Ã¢”š ¬Ã‚ [Al-Mufradat Fi Gharibil Qurà ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢an, hal 531]

Sedangkan Imam An-Nawawi mendenifisikan taqwa dgn à ¢Ã¢”š ¬Ã…”œMentaà ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢ati perintah dan laranganNyaà ¢Ã¢”š ¬Ã‚ . Maksud menjaga diri dari kemurkaan dan adzab Allah Subhanahu wa Taà ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢ala [Tahriru AlFazhil Tanbih, hal 322]. Hal itu sebagaimana didefinisikan oleh Imam Al-Jurjani à ¢Ã¢”š ¬Ã…”œ Taqwa yaitu menjaga diri dari siksa Allah dgn mentaà ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢atiNya. Yakni menjaga diri dari pekerjaan yg mengakibatkan siksa, baik dgn melakukan peruntukan atau meninggalkannyaà ¢Ã¢”š ¬Ã‚ [Kitabut Taà ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢rifat, hl.68]

Karena itu siapa yg tdk menjaga diri dari peruntukan dosa, berarti dia bukanlah orang yg bertaqwa. Maka orang yg melihat dgn kedua mata apa yg diharamkan Allah, atau mendengarkan dgn kedua telinga apa yg dimurkai Allah, atau mengambil dgn kedua tangan apa yg tdk diridhai Allah, atau berjalan ke tempat yg dikutuk Allah, berarti ia tdk menjaga diri dari dosa.

Jadi, orang yg membangkang perintah Allah serta melakukan apa yg dilarangNya, dia bukan termasuk orang-orang yg bertaqwa

Orang yg menceburkan diri kedalam maksiat sehingga ia pantas mendpt murka dan siksa dari Allah, maka ia telah mengelurakan diri dari barisan orang-orang yg bertaqwa.

Kedua : Dalil Syarà ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢i, Bahwa Taqwa Termasuk Kunci Rizki

Beberapa nash yg menunjukkan bahwa taqwa termasuk di antara sebab rizki, di antaranya.

[1]. Firman Allah

à ¢Ã¢”š ¬Ã…”œArti : Barangsiapa bertaqwa kpd Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar bagi dan memberi rizki dari arah yg tdk disangka-sangkaà ¢Ã¢”š ¬Ã‚ [At-Thalaq : 2-3]

Dalam ayat diatas, Allah menjelaskan bahwa orang yg merelaisasikan taqwa akan dibalas Allah dgn dua hal.

Pertama.
à ¢Ã¢”š ¬Ã…”œAllah akan mengadakan jalan keluar baginyaà ¢Ã¢”š ¬Ã‚ Artinya, Allah akan menyelamatkan à ¢Ã¢”š ¬Ã¢â‚¬Å“sebagaimana di katakana Ibnu Abbas Radhiyallahu à ¢Ã¢”š ¬Ã‹Å“anhuma- dari setiap kesusahan dunia maupun akhirat. [Lihat Tafsir Al-Qurthubi, 18/159, Ar-Rabià ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢ bin Khutsaim berkata : à ¢Ã¢”š ¬Ã…”œDia memberi jalan keluar dari setiap apa yg menyesakkan manusiaà ¢Ã¢”š ¬Ã‚ (Zadul Masir, 8/291-292 ; Lihat pula, Tafsir Al-Baghawi, 4/357 dan Tafsir Al-Khazin, 7/108]

Kedua.
à ¢Ã¢”š ¬Ã…”œAllah akan memberik rizki dari arah yg tdk disangka-sangkaà ¢Ã¢”š ¬Ã‚ . Artinya, Allah akan memberi rizki yg tak pernah ia harapkan dan angankan. [Lihat, Zaadul Masir, 8/291-292]

Al-Hafidz Ibnu Katsir dalam tafsir mengatakan :à ¢Ã¢”š ¬Ã‚ Maknanya, barangsiapa yg bertaqwa kpd Allah dgn melakukan apa yg diperintahkanNya dan meninggalkan apa yg dilarangNya, niscaya Allah akan memberi jalan keluar serta rizki dari arah yg tdk disangka-sangka, yakni dari arah yg tdk pernah terlintas dalam benaknyaà ¢Ã¢”š ¬Ã‚ [Tafsir Ibnu Katsir, 4/400]

Alangkah agung dan besar buah taqwa itu ! Abdullah bin Masà ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢ud radhiyallahu à ¢Ã¢”š ¬Ã‹Å“anhu berkata : à ¢Ã¢”š ¬Ã…”œSesungguh ayat terbesar dalam hal pemberian janji keluar ialah.

à ¢Ã¢”š ¬Ã…”œArti : Barangsiapa bertaqwa kpd Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginyaà ¢Ã¢”š ¬Ã‚ [Tafsir Ibnu Katsir, 4/400. Lihat pula, Tafsir Ibnu Masà ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢ud, 2/651]

[2]. Ayat Lain Adalah Firman Allah

Arti : Jikalau sekira penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kpd mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan peruntukan mereka sendirià ¢Ã¢”š ¬Ã‚ [Al-Aà ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢raf : 96]

Dalam ayat yg mulia ini Allah menjelaskan, seandai penduduk negeri-negeri merealisasikan dua hal, yakni ; iman dan taqwa, niscaya Allah akan melapangkan kebaikan (kekayaan) untuk mereka dan memudahkan mereka mendptkan dari segala arah.

Menafsirkan firman Allah.

à ¢Ã¢”š ¬Ã…”œArti : Pastilah Kami akan melimpahkan kpd mereka berkah dari langit dan bumi, Abdullah bin Abbas Radhiyallahu à ¢Ã¢”š ¬Ã‹Å“anhuma mengatakan : à ¢Ã¢”š ¬Ã…”œNiscaya Kami lapangkan kebaikan (kekayaan) untuk mereka dan Kami mudahkan bagi mereka untuk mendptkan dari segala arahà ¢Ã¢”š ¬Ã‚ [Tafsir Abi As-Suà ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢ud, 3/253]

Janji Allah yg terdpt dalam ayat yg mulia tersebut terhadap orang-orang beriman dan bertaqwa mengandung beberapa hal, di antara :

[a] Janji Allah untuk membuka à ¢Ã¢”š ¬Ã…”œbaarakataà ¢Ã¢”š ¬Ã‚ (keberkahan) bagi mereka. à ¢Ã¢”š ¬Ã…”œal-baarakataà ¢Ã¢”š ¬Ã‚ ialah bentuk jamaà ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢ dari à ¢Ã¢”š ¬Ã…”œal-barakatà ¢Ã¢”š ¬Ã‚ . Imam Al-Baghawi berkata, à ¢Ã¢”š ¬Ã…”œIa berarti mengerjakan sesuatu secara terus menerus [Tafsir Al-Baghawi, 2/183]. Atau seperti Imam Al-Khazin, à ¢Ã¢”š ¬Ã…”œTetap suatu kebaikan Tuhan atas sesuatuà ¢Ã¢”š ¬Ã‚ [Tafsir Al-Khazin, 2/266]

Jadi, yg dpt disimpulkan dari makna kalimat à ¢Ã¢”š ¬Ã…”œal-barakatà ¢Ã¢”š ¬Ã‚ ialah bahwa apa yg diberikan Allah disebabkan oleh keimanan dan ketaqwaan mereka ialah kebaikan yg terus menerus, tdk ada keburukan atau konsekuensi apapun atas mereka sesudahnya.

Tentang hal ini, Sayid Muhammad Rasyid Ridha berkata : à ¢Ã¢”š ¬Ã…”œAdapun orang-orang yg beriman maka apa yg dibukakan untuk mereka ialah berupa berkah dan kenikmatan. Dan untuk hal itu, mereka senantiasa bersyukur kpd Allah, ridha terhadapNya dan mengharapkan karuaniaNya. Lalu mereka menggnkan di jalan kebaikan, bukan jalan keburukan, untuk perbaikan bukan untuk merusak. Sehingga balasan bagi mereka dari Allah ialah ditambah berbagai kenikmatan di dunia dan pahala yg baik di akhiratà ¢Ã¢”š ¬Ã‚ [Tafsir Al-Manar, 9/25]

Syaikh Ibnu Asyur mengungkapkan hal itu dgn ucapan : Makna à ¢Ã¢”š ¬Ã…”œal-barakatà ¢Ã¢”š ¬Ã‚ ialah kebaikan yg murni yg tdk ada konsekuensi di akhirat. Dan ia ialah sebaik-baik jenis nikmatà ¢Ã¢”š ¬Ã‚ [Tafsir At-Tahrir wa Tanwir, 9/22]

[b] Kata berkah disebutkan dalam bentuk jamaà ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢ sebagaimana firman Allah.

à ¢Ã¢”š ¬Ã…”œArti : Pastilah Kami akan melimpahkan kpd mereka berbagai berkahà ¢Ã¢”š ¬Ã‚ . Ayat ini, sebagaimana disebutkan Syaikh Ibnu Asyur untuk menunjukkan banyak berkah sesuai dgn banyak sesuatu yg diberkahi. [Op. cit, 9/22]

[c] Allah Berfirman.

à ¢Ã¢”š ¬Ã…”œArti : Berbagai keberkahan dari langit dan bumià ¢Ã¢”š ¬Ã‚ . Menurut Imam Ar-Razi, maksud ialah keberkahan langit dgn turun hujan, keberkahan bumi dgn tumbuh berbagai tanaman dan buah-buahan, banyak hewan ternak dan gembalaan serta diperoleh keamanan dan keselamatan. Hal ini krn langit ialah laksana ayah, dan bumi laksana ibu. Dari kedua diperoleh semua bentuk manfaat dan kebaikan berdasarkan penciptaan dan pengurusan Allah. [At-Tafsirul Kabir, 12/185. Lihat pula, Tafsirul Khazin 2/266 dan Tafsir At-Tahrir wa Tanwir, 9/22]

[3]. Ayat Lain Adalah Firman Allah.

à ¢Ã¢”š ¬Ã…”œArti : Dan sekira mereka sunguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat, Injil dan (Al-Qurà ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢an) yg diturunkan kpd mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendpt makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka. Di antara mereka ada golongan yg pertengahan. Dan alangkah buruk apa yg dikerjakan oleh kebanyakan merekaà ¢Ã¢”š ¬Ã‚ [Al-Maà ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢idah : 66]

Allah Tabaraka wa Taà ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢ala mengabarkan tentang Ahli Kitab, à ¢Ã¢”š ¬Ã‹Å“Bahwa seandai mereka mengamalkan apa yg ada di dalam Taurat, Injil dan Al-Qurà ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢an à ¢Ã¢”š ¬Ã¢â‚¬Å“demikian seperti dikatakan oleh Abdullah bin Abbas Radhhiyallahu anhuma dalam menafsirkan ayat tersebut- [1], niscaya Allah memperbanyak rizki yg diturunkan kpd mereka dari langit dan yg tumbuh untuk mereka dari bumi. [2]

Syaikh Yahya bin Umar Al-Andalusi berkata : à ¢Ã¢”š ¬Ã…”œAllah menghendaki à ¢Ã¢”š ¬Ã¢â‚¬Å“wallahu aà ¢Ã¢”š ¬Ã‹Å“lam- bahwa seandai mereka mengamalkan apa yg diturunkan di dalam Taurat, Injil dan Al-Qurà ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢an, niscaya mereka memakan dari atas dan dari bawah kaki mereka. Makna à ¢Ã¢”š ¬Ã¢â‚¬Å“wallahu aà ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢lam- niscaya mereka diberi kelapangan dan kesempurnaan nikmat duniaà ¢Ã¢”š ¬Ã‚ [Kitabun Nazhar wal Ahkam fi Jamià ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢i Ahwalis Suuq, hal 41]

Dalam menafsirkan ayat ini, Imam Al-Qurthubi mengatakan, à ¢Ã¢”š ¬Ã…”œDan sejenis dgn ayat ini ialah firman Allah.

à ¢Ã¢”š ¬Ã…”œArti : Barangsiapa bertawa kpd Allah, niscaya Dia akan mengadakan bagi jalan keluar dan memberi rizki dari arah yg tiada disangka-sangkanyaà ¢Ã¢”š ¬Ã‚ [At-Thalaq : 2]

à ¢Ã¢”š ¬Ã…”œArti : Dan bahwasa jika mereka tetap berjalan di atas jalan itu (agama Islam), banar-benar Kami akan memberi minum kpd mereka air yg segar (rizki yg banyak)à ¢Ã¢”š ¬Ã‚ [Al-Jin : 16]

à ¢Ã¢”š ¬Ã…”œArti : Jikalau sekira penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kpd mereka berbagai keberkahan dari langit dan bumià ¢Ã¢”š ¬Ã‚ [Al-Aà ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢raf : 96]

Sebagaimana disebutkan dalam ayat-ayat di atas, Allah menjadikan ketaqwaan di antara sebab-sebab rizki dan menjanjikan untuk menambah bagi orang yg bersyukur, Allah berfirman.

à ¢Ã¢”š ¬Ã…”œArti : Jika kalian bersyukur, niscaya Aku tambahkan nikmatKu atasmuà ¢Ã¢”š ¬Ã‚ [Ibrahim : 7] [Tafsir Al-Qurthubi, 6/241]

Karena itu, setiap orang yg menginginkan keleluasaan rizki dan kemakmuran hidup, hendak ia menjaga diri dari segala dosa. Hendak ia mentaà ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢ati perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-laranganNya. Juga hendak ia menjaga diri dari yg menyebabkan berhak mendpt siksa, seperti melakukan kemungkaran atau meninggalkan kebaikan.

[Disalin dari buku Mafatiihur Rizq fi Dhauà ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢il Kitab was Sunnah, edisi Indonesia Kunci-Kunci Rizki Menurut Al-Qurà ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢an dan As-Sunnah hal 19-27, Penerjemah Ainul Haris Arifin, Lc. Darul Haq]
_________
Foote Note.
[1] Lihat Tafsir Ath-Thabari 10/463, Al-Muharrar Al-Wajiz 5/152-153, Zadul Maasir 2/395 dan Tafsir Ibnu Katsir 2/86]
[2] Lihat tafsir Ibnu Katsir 2/86, dan Fathul Qadir yg didalam dikatakan, à ¢Ã¢”š ¬Ã…”œPenyebutan dari atas dan dari bawah (dalam ayat tersebut) ialah untuk menunjukkan puncak kemudahan sebab-sebab rizki bagi mereka, juga untuk menunjukkan banyak dan keaneka ragaman jenisnyaà ¢Ã¢”š ¬Ã‚ 2/85, juga Tafsir At-Tahrir at Tanwir yg didalam disebutkan, Maksudnya, niscaya mereka diberi rizki dari semua jalanà ¢Ã¢”š ¬Ã‚ 4/254

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=934&bagian=0

Sumber Taqwa : http://alsofwah.or.id