“Status Anak Zina Di Akhirat” ketegori Muslim.

Status Anak Zina Di Akhirat

Kategori Ath-Thiflu = Anak Muslim

Kamis, 3 Maret 2005 12:45:54 WIB

STATUS ANAK ZINA DI AKHIRAT

Oleh
Syaikh Abdullah bin Abdurrahman bin Jibrin

Pertanyaan
Syaikh Abdullah bin Abdurrahman bin Jibrin dita : Saya pernah mendengar satu hadits yg maknanya, à ¢Ã¢”š ¬Ã…”œSungguh anak zina diharamkan masuk Surgaà ¢Ã¢”š ¬Ã‚ . Apakah hadits ini shahih ? Kalau benar, apa kesalahan anak tersebut sehingga hrs memikul kesalahan dan dosa orang tua ?

Jawaban.
Diriwayatkan dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah Shallallahu à ¢Ã¢”š ¬Ã‹Å“alaihi wa sallam bersabda.

à ¢Ã¢”š ¬Ã…”œArti : Anak zina itu menyimpan 3 keburukanà ¢Ã¢”š ¬Ã‚ [Hadits Riwayat Ahmad dan Abu Daud]

Sebagian ulama menjelaskan, maksud dia buruk dari aspek asal-usul dan unsur pembentukannya, garis nasab, dan kelahirannya. Penjelasannya, dia mrpk kombinasi dari sperma dan ovum pezina, satu jenis cairan yg menjijikkan (krn dari pezina) sementara gen itu terus menjalar turun temurun, dikhawatirkan keburukan tersebut akan berpengaruh pada diri untuk melakukan kejahatan. Dalam konteks inilah, Allah menepis potensi negative dari pribadi Maryam dgn firmaNya.

à ¢Ã¢”š ¬Ã…”œArti : Ayahmu sekali-kali bukanlah seorang penjahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang penzinaà ¢Ã¢”š ¬Ã‚ [Maryam : 28]

Walaupun demikian adanya, dia tdk dibebani dosa orang tuanya. Allah Subhanahu wa Taà ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢ala berfirman.

à ¢Ã¢”š ¬Ã…”œArti : Dan seorang yg berdosa tdk akan memikul dosa orang lainà ¢Ã¢”š ¬Ã‚ [Al-Anà ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢am : 164]

Pada prinsipnya, dosa dan sanksi zina di dunia dan akhirat ha ditanggung oleh orang tuanya. Tetapi dikhawatirkan sifat bawaan yg negative itu akan terwarisi dan akan membawa untuk beruntuk buruk dan kerusakan. Namun hal ini tdk selalu menjadi acuan, kadangkala Allah akan mempebaiki sehingga menjadi manusia yg alim, bertakwa lagi waraà ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢, dgn demikian menjadi satu kombinasi yg terdiri atas tiga komponen yg baik. Wallahu aà ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢alam.

[Fatawa Islamiyah 4/125]

[Disalin dari kitab Fatawa Ath-thiflul Muslim, edisi Indonesia 150 Fatwa Seputar Anak Muslim, Penyusun Yahya bin Saà ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢id Alu Syalwan, Penerjemah Ashim, Penerbit Griya Ilmu]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1364&bagian=0

Sumber Status Anak Zina Di Akhirat : http://alsofwah.or.id