"Saya Melarang Untuk Mencegah Kemungkaran Dalam Bekerja, Karena Saya Takut Diputuskan Hubungan Kerja" ketegori Muslim.

Saya Melarang Untuk Mencegah Kemungkaran Dalam Bekerja, Karena Saya Takut Diputuskan Hubungan Kerja

Kategori Ma'ruf Nahi Mungkar

Rabu, 18 Februari 2004 16:25:18 WIB

SAYA MELARANG ANAK-ANAK SAYA UNTUK MENCEGAH KEMUNGKARAN, KARENA SAYA PERNAH MENCEGAH KEMUNGKARAN DALAM BEKERJA YANG BERAKIBAT DIPUTUSKANNYA HUBUNGAN KERJA DENGAN SAYA.

Oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Baz

Pertanyaan.
Syaikh Abdul Aziz bin Baz dita : "Saya bekerja sebagai perawat di unit kesehatan sekolah dan saya senantiasa berupaya mencegah kemungkaran yg saya lihat dalam pekerjaan, namun menyebabkan saya di PHK, dan menyebabkan saya lelah secara psikologis. Karena itu saya melarang anak-anak saya untuk mencegah segala kemungkaran. Saya meminta saran, semoga Allah memberi Anda pahala".

Jawaban.
Tidak diragukan lagi bahwa yg terjadi pada anda ialah kesalahan yg besar bagi siapa saja yg melakukannya, apabila anda telah mengingkari kemungkaran berdasarkan ilmu dan pengetahuan yg benar. Anda tetap berkewajiban untuk mengingkari kemungkaran, meski anda hrs di PHK dan tdk dibutuhkan lagi dalam pekerjaan anda. Sesungguh anda telah memuntuk Allah meridhai anda dan anda telah mengerjakan apa yg Dia sukai bila anda mengerjakannya, krn segala perkara ada dalam kehendak Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Telah diriwayatkan dalam sebuah hadits shahih dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bahwasa beliau bersabda.

"Arti : Barangsiapa di antara kamu yg melihat kemungkaran hendaklah ia mengubah dgn tangannya, maka apabila ia tdk mampu hendaklah dgn lisannya, apabila tdk mampu, maka dgn hatinya, yg demikian ialah selemah-lemah iman".

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Kitab-Nya yg mulia.

"Arti : orang-orang mukmin laki-laki dan orang mukmin perempuan, sebagian dari mereka ialah penolong bagi sebagian yg lain, mereka menyeru kpd kebaikan dan mencegah peruntukan mungkar" [At-Taubah : 71]

Allah juga berfirman.

"Arti : Kamu ialah sebaik-baik umat yg dilahirkan untuk manusia, kamu menyuruh beruntuk baik dan mencegah kemungkaran dan beriman kpd Allah" [Ali Imran : 110]

Apabila anda mengerjakan hal itu krn taat kpd Allah, dan mencari keridhaan-Nya, maka sesungguh akibat akan menjadi terpuji dan apa yg telah terhjadi bukanlah suatu masalah. Allah pasti akan mencukupi kebutuhan anda, dan Allah Maha Pemberi Rizki, segala kebaikan ada dalam tangan-Nya.

Dia berfirman.

"Arti : Barangsiapa yg bertaqwa kpd Allah, Allah akan menjadikan jalan keluar, dan memberi rizki dari arah yg tdk diduga-duga" [Ath-Thalaq : 2-3]

"Arti : Barangsiapa yg bertaqwa kpd Allah, niscaya Allah akan menjadikan kemudahan dalam urusannya" [Ath-Thalaq : 4]

Maka seorang wanita yg beriman hrs bertaqwa kpd Allah, baik ia ialah seorang guru, perawat atau lainnya. Demikian pula dgn seorang dokter wanita, manager semisalnya. Semua hrs menyeru kpd kebaikan dan mencegah kpd kemungkaran sebagaimana diwajibkan kpd orang laki-laki berdasarkan ayat-ayat dan hadits-hadits di atas. Sungguh anda telah beruntuk kesalahan dgn melarang anak-anak anda untuk mencegah kemungkaran.

Bertaqwalah kpd Allah dan bertaubatlah kpd-Nya krn hal tersebut dan berilah pengertian kpd mereka tentang kewajiban yg dibebankan Allah atas mereka.

[Majmu' Fatawa wa Rasail Mutanawwi'ah, Syaikh Bin Baz, 3/450]

[Disalin dari kitab Al-Fatawa Al-Jami'ah Lil Mar'atil Muslimah edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita-3, hal. 201-203, Penerbit Darul Haq]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=239&bagian=0

Sumber Saya Melarang Untuk Mencegah Kemungkaran Dalam Bekerja, Karena Saya Takut Diputuskan Hubungan Kerja : http://alsofwah.or.id