Puasa Tidak Sekedar Menahan Makan dan Minum

penulis Al-Ustadz Saifudin Zuhri Lc.
Syariah Kajian Khusus Ramadhan 14 - September - 2005 04:58:47

Puasa merupakan ibadah yg sangat dicintai Allah k
. Hal ini sebagaimana tersebut dlm sebuah hadits dari Abu Hurairah
z
bahwa Rasulullah n
bersabda:

كُلُّ
عَمَلِ
ابْنِ
آدَمَ
يُضَاعَفُ
الْحَسَنَةُ
عَشْرُ
أَمْثَالِهَا
إِلَى
سَبْعِمِائَةِ
ضِعْفٍ.
قَالَ
اللهُ
عَزَّ
وَجَلَّ:
إِلاَّ
الصَّوْمَ،
فَإِنَّهُ
لِيْ
وَأَنَا
أَجْزِي
بِهِ،
يَدَعُ
شَهْوَتَهُ
وَطَعَامَهُ
مِنْ
أَجْلِي

“Setiap amalan anak Adam akan dilipatgandakan
pahala satu kebaikan akan berlipat menjadi 10 kebaikan sampai 700
kali lipat. Allah k
berkata: ‘Kecuali puasa mk Aku yg akan membalas
orang yg menjalankan krn dia telah meninggalkan keinginan-keinginan
hwa nfsu (**) dan makan krn
Aku’.â€
Hadits di atas dgn jelas menunjukkan betapa tinggi nilai puasa.
Allah k
akan melipatgandakan pahala bukan sekedar 10 atau 700 kali lipat
namun akan dibalas sesuai dgn keinginan-Nya k
. Padahal kita tahu bahwa Allah k
Maha Pemurah mk Dia tentu akan membalas pahala orang yg berpuasa
dgn berlipat ganda.
Hikmah dari semua ini adl sebagaimana tersebut dlm hadits bahwa
orang yg berpuasa telah meninggalkan keinginan hwa nfsu (**) dan
makan krn Allah k
. Tidak nampak dlm dzahir dia sedang melakukan suatu amalan ibadah
padahal sesungguh dia sedang menjalankan ibadah yg sangat dicintai
Allah k
dgn menahan lapar dan dahaga. Sementara di sekitar ada makanan dan
minuman.
Di samping itu dia juga menjaga hwa nfsu (**) dari hal-hal yg bisa
membatalkan puasa. Semua itu dilakukan krn mengharapkan keridhaan
Allah k
dgn meyakini bahwa Allah k
mengetahui segala gerak-geriknya.
Di antara hikmah juga yaitu krn orang yg berpuasa sedang
mengumpulkan seluruh jenis kesabaran di dlm amalannya. Yaitu sabar
dlm taat kepada Allah k
dalam menjauhi larangan dan di dlm menghadapi ketentuan taqdir-Nya
k
. Allah k
berfirman:

إِنَّمَا
يُوَفَّى
الصَّابِرُوْنَ
أَجْرَهُمْ
بِغَيْرِ
حِسَابٍ

“Sesungguh akan dipenuhi bagi orang2 yg sabar
pahala mereka berlipat ganda tanpa perhitungan.â€
Perlu menjadi catatan penting bahwa puasa bukanlah sekedar menahan
diri dari makan minum dan hal-hal lain yg membatalkan puasa. Orang
yg berpuasa harus pula menjaga lisan dan anggota badan lain dari
segala yg diharamkan oleh Allah k
namun bukan berarti ketika tdk sedang berpuasa boleh melakukan
hal-hal yg diharamkan tersebut.
Maksud adl bahwa perbuatan maksiat itu lbh berat ancaman bila
dilakukan pada bulan yg mulia ini dan ketika menjalankan ibadah yg
sangat dicintai Allah k
. Bisa jadi seseorang yg berpuasa itu tdk mendapatkan faidah
apa-apa dari puasa kecuali hanya merasakan haus dan lapar.
Na’udzubillahi min dzalik.
Untuk itu ada beberapa hal yg perlu diperhatikan oleh orang yg
berpuasa agar mendapatkan balasan dan keutamaan-keutamaan yg telah
Allah k
janjikan. Di antaranya:
1. Setiap muslim harus membangun ibadah puasa di atas iman kepada
Allah k
dalam rangka mengharapkan ridha-Nya bukan krn ingin dipuji atau
sekedar ikut-ikutan keluarga atau masyarakat yg sedang berpuasa.
Rasulullah n
bersabda:

مَنْ صَامَ
رَمَضَانَ
إِيْمَانًا
وَاحْتِسَابًا
غُفِرَ
لَهُ مَا
تَقَدَّمَ
مِنْ
ذَنْبِهِ

“Barang siapa yg berpuasa Ramadhan krn iman dan
mengharap pahala dari Allah k
akan diampuni dosa-dosa yg telah lalu.â€
2. Menjaga anggota badan dari hal-hal yg diharamkan Allah k
seperti menjaga lisan dari dusta ghibah dan lain-lain. Begitu pula
menjaga mata dari melihat orang lain yg bukan mahram baik secara
langsung atau tdk langsung seperti melalui gambar-gambar atau
film-film dan sebagainya. Juga menjaga telinga tangan kaki dan
anggota badan lain dari bermaksiat kepada Allah k
.
Rasulullah n
bersabda:

مَنْ لَمْ
يَدَعْ
قَوْلَ
الزُّوْرِ
وَالْعَمَلَ
بِهِ
فَلَيْسَ
للهِ
حَاجَةٌ
فِيْ أَنْ
يَدَعَ
طَعَامَهُ
وَشَرَابَهُ

“Barangsiapa yg tdk meninggalkan perkataan dusta
dan perbuatan mk Allah k
tak peduli dia meninggalkan makan dan minumnya.â€
Maka semesti orang yg berpuasa tdk mendatangi pasar supermarket mal
atau tempat-tempat keramaian lain kecuali ada kebutuhan yg
mendesak. Karena biasa tempat-tempat tersebut bisa menyeret utk
mendengarkan dan melihat perkara-perkara yg diharamkan Allah k
. Begitu pula menjauhi televisi krn tdk bisa dipungkiri lagi bahwa
efek negatif sangat besar baik bagi orang yg berpuasa maupun yg tdk
berpuasa.
3. Bersabar utk menahan diri dan tdk membalas kejelekan yg
ditujukan kepadanya.
Rasulullah n
bersabda dlm hadits Abu Hurairah z
:

الصِّيَامُ
جُنَّةٌ
فَإِذَا
كَانَ
يَوْمُ
صَوْمِ
أَحَدِكُمْ
فَلاَ
يَرْفُثْ
يَوْمَئِذٍ
وَلاَ
يَصْخَبْ
فَإِنْ
سَابَّهُ
أَحَدٌ
أَوْ
قَاتَلَهُ
فَلْيَقُلْ
إِنِّي
امْرُؤٌ
صَائِمٌ

“Puasa adl tameng mk apabila salah seorang dari
kalian sedang berpuasa janganlah dia berkata kotor dan janganlah
bertengkar dgn mengangkat suara. Jika dia dicela dan disakiti mk
katakanlah saya sedang berpuasa.â€
Dari hadits tersebut bisa diambil pelajaran tentang wajib menjaga
lisan. Apabila seseorang bisa menahan diri dari membalas kejelekan
mk tentu dia akan terjauh dari memulai menghina dan melakukan
kejelekan yg lainnya.
Sesungguh puasa itu akan melatih dan mendorong seorang muslim utk
berakhlak mulia serta melatih diri menjadi sosok yg terbiasa
menjalankan ketaatan kepada Allah k
. Namun mendapatkan hasil yg demikian tdk akan didapat kecuali dgn
menjaga puasa dari beberapa hal yg tersebut di atas.
Puasa itu ibarat sebuah baju. Bila orang yg memakai baju itu
menjaga dari kotoran atau sesuatu yg merusak tentu baju tersebut
akan menutupi aurat menjaga dari terik matahari dan udara yg dingin
serta memperindah penampilannya. Demikian pula puasa orang yg
mengamalkan tdk akan mendapatkan buah serta faidah kecuali dgn
menjaga diri dari hal-hal yg bisa mengurangi atau bahkan
menghilangkan pahalanya.
Wallahu a’lam bish-shawab. 

Sumber:
Ceramah dan ta jawab Masyayikh Salafiyyin

Sumber: www.asysyariah.com