Segala puji bagi Allah semata. Shalawat dan salam atas Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam -tidak ada nabi setelahnya- dan kepada keluarga para shahabatnya serta orang-orang yang mengikuti jejak mereka dgn baik hingga hari kiamat.Sesungguhnya {Lajnah Ad Da’imah Divisi Penelitian Ilmiah dan Komisi Fatwa Kerajaan Arab Saudi} telah mengeluarkan fatwa menanggapi pertanyaan-pertanyaan yg dilayangkan kepada lajnah tentang beberapa pemikiran dan makalah yg kian marak diekspos di media-media informasi seputar masalah seruan sinkretisme agama antara Agama Islam Yahudi dan Nasrani. Demikian pula beberapa problematika yg merupakan dampak dari propaganda tersebut seperti masalah pembangunan masjid gereja dan tempat peribadatan Yahudi dalam satu kawasan. Baik lingkungan universitas bandara penerbangan maupun di tempat-tempat umum. Begitu pula seruan utk mencetak Al Qur’an Al Karim Taurat dan Injil dalam satu jilid. Dan masih banyak lagi dampak propaganda penyatuan agama tersebut.

Demikian pula muktamar-muktamar seminar dan yayasan-yayasan di barat dan di timur yg diselenggarakan dan didirikan utk tujuan tersebut. Setelah menela’ah dan mempelajarinya maka Lajnah Ad Daimah menetapkan sebagai berikut.

Sesungguhnya termasuk pokok-pokok keyakinan di dalam Islam yg telah diketahui secara pasti dan disepakati oleh kaum muslimin adl bahwasanya tidak ditemukan di muka bumi ini satu agama pun yg benar selain agama Islam. Islam adl agama penutup sekaligus penghapus seluruh agama maupun syari’at sebelumnya. Jadi tidak ada lagi agama pun yg eksis di muka bumi ini yg boleh digunakan sebagai pedoman ibadah selain agama Islam. Allah Ta’ala berfirman: Barangsiapa mencari agama selain Islam maka tidak akan diterima darinya dan di akhirat dia termasuk orang-orang yg merugi. Islam setelah diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam merupakan agama yg dibawa oleh beliau bukan agama selainnya.Kedua:Termasuk pokok-pokok keyakinan di dalam Islam bahwa Kitabullah Ta’ala adalah Kitab Allah terakhir yg diturunkan dan telah mendapat jaminan dari Rabb semesta alam.

Sebagai penghapus bagi semua kitab yg diturunkan sebelumnya seperti Taurat Injil dan selainnya. Sebagai penyempurna terhadap kitab-kitab terdahulu. Maka tidak ada sebuah kitab pun yg diturunkan setelah diutusnya Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam selain Al Qur’an Al Karim. Allah Ta’ala berfirman Dan Kami telah menurunkan Al Qur’an dgn membawa kebenaran membenarkan apa yg sebelumnya yaitu kitab-kitab dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu ; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yg Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hwa nfsu (**) mereka dgn meninggalkan kebenaran yg telah datang kepadamu. .KetigaWajib mengimani bahwasanya Taurat dan Injil telah dihapus dgn turunnya Al Qur’an Al Karim.

Keduanya telah mengalami tahrif dan tabdil dgn penambahan maupun pengurangan. Sebagaimana dijelaskan perihal tersebut pada beberapa ayat dalam Kitabullah Al Karim diantaranya firman Allah Ta’ala krn mereka melanggar janjinya. Kami kutuki mereka dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merubah perkataan dari tempat-tempatnya dan mereka melupakan sebagian dari apa yg mereka telah diperingatkan dengannya dan engkau senantiasa akan melihat penghianatan dari mereka kecuali sedikit di antara mereka .

Firman-Nya Jalla wa `Ala : Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yg menulis Al kitab dgn tangan mereka sendiri lalu dikatakannya : Ini dari Allah . utk memperoleh keuntungan yg sedikit dgn perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka akibat dari apa yg ditulis oleh tangan mereka sendiri dan kecelakaan besarlah bagi mereka akibat dari apa yg mereka kerjakan. .Dan firman-Nya yg Maha Suci : Sesungguhnya diantara mereka ada segolongan yg memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab supaya kamu menyangka yg dibacanya itu sebagian dari Al Kitab padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan : la dari sisi Allah padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui. Oleh krn itu kebenaran apa saja yg terdapat pada agama-agama tersebut maka telah dihapus dgn Islam. Adapun selain itu telah mengalami penyimpangan dan perubahan.

Diriwayatkan dari Nabi shallallahu’alaihi wasallam bahwasanya Beliau marah tatkala melihat Umar ibnul Khaththab lembaran Taurat. Maka ‘alaihish sholatu wassalam bersabda: “Apakah engkau masih ragu wahai Ibnul Khaththab ?! Bukankah telah datang agama yg putih lagi bersih ? Seandainya saudaraku Musa masih hidup saat ini niscaya tidak ada keluwesan bagi dia melainkan mengikuti syari’atku. .KeempatTermasuk pokok-pokok keyakinan di dalam Islam adl bahwa Nabi dan Rasul kita Muhammad shallallahu’alaihi wasallam adl penutup para nabi dan rasul.

Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman: Bukanlah Muhammad itu bapak salah seorang diantara kalian melainkan seorang utusan Allah dan penutup para nabi. Maka tidak ada lagi seorang rasul yg wajib diikuti selain Muhammad shallallahu’alaihi wasallam. Seandainya ada seorang nabi dari nabi-nabi Allah dan rasul-rasul-Nya yg masih hidup niscaya akan mengikut syari’at Beliau shallallahu’alaihi wasallam. Begitu pula para pengikut nabi-nabi tersebut. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman: Dan ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi : Sungguh apa saja yg Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah kemudian datang rasul yg membenarkan apa yang ada padamu niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya.

Allah berfirman Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yg demikian itu ? Mereka menjawab Kami mengakui. Allah berfirman : Kalau begitu saksikanlah {hai para nabi} dan aku menjadi saksi pula bersama kamu. Nabi Isa `alaihish sholatu wasallam tatkala turun di akhir zaman beliau akan mengikuti Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam dan berhukum dgn syari’atnya. Allah Ta’ala berfirman: orang-orang yg mengikuti rasul nabi yg ummi yg mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil. .

Demikian pula termasuk pokok-pokok keyakinan di dalam Islam bahwa nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam diutus utk segenap manusia. Allah Ta’ala berfirman: Dan tidaklah engkau diutus melainkan utk seluruh manusia sebagai pemberi kabar gembira dan peringatan. Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui .Allah Ta’ala berfirman ; Katakanlah Wahai manusia sesungguhnya aku adl utusan Allah utk kalian seluruhnya. dan juga dalam ayat-ayat yg lain.

Termasuk pokok-pokok Islam : bahwa wajib meyakini kafirnya tiap orang yg tidak masuk ke dalam Islam. Baik dari kalangan Yahudi Nashara maupun selainnya. Dan menyebutnya sebagai orang non muslim. Orang tersebut adl musuh Allah rasul-¬Nya dan kaum muslimin serta termasuk penduduk neraka sebagaimana Allah Ta’ala berfirman : Orang-orang non muslim yakni Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak akan meninggalkan sebelum datang kepada mereka bukti yg nyata Sesungguhnya orang-orang non muslim yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik ke neraka jahannam mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adl seburuk-buruk makhluk.

Diriwayatkan dalam Shahih Muslim bahwasanya Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Dan demi Zat yg jiwa Muhammad berada di tangan¬Nya tidaklah mendengar salah seorang dari kalangan umat ini Yahudi maupun Nashrani kemudian dia mati dan tidak beriman dgn yang aku diutus dengannya melainkan dia termasuk penghuni api neraka. Oleh krn itu barangsiapa yg tidak mengkafirkan Yahudi dan Nashara berarti dia kafir sesuai dgn kaidah sya’riat : kekafiran kaum kafir berarti dia Kafir}.Ke’enam:Sehubungan dgn adanya pokok-pokok keyakinan dan hakikat-hakikat syari’at ini maka sesungguhnya seruan kepada sinkretisme agama dan pola pendekatan antara agama tersebut lalu menggabungkannya dalam satu kesatuan merupakan propaganda dan makar yg sangat keji.

Misi propaganda tersebut adl men-campuraduk-kan antara kebenaran dan kebatilan menghancurkan Islam merobohkan sendi-sendinya serta menggiring pengikutnya kepada kemurtadan yg menyeluruh. Hal ini dibenarkan oleh firman Allah yg Maha Suci : Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka {dapat mengembalikan kamu dari agamamu seandainya mereka sanggup. ‘.Allah Ta’ala berfirman : Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir lalu kamu menjadi sama . .Ketujuh :Sesungguhnya pengaruh dari propaganda buruk ini adl dikorbankannya prinsip yg membedakan antara Islam dgn Kafir antara yg hak dgn yg batil kebaikan dgn kemungkaran serta meruntuhkan batas pemisah antara kaum muslimin dgn kaum kafir.

Sehingga tidak ada lagi wala’ baro’ serta tidak ada lagi seruan jihad dan berperang utk meninggikan kalimatullah di muka bumi ini. Allah yg Maha Tinggi lagi Maha Suci berfirman :Perangilah orang-orang yg tidak beriman kepada Allah dan tidak kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yg telah diharamkan oleh Allah dan Rasul¬-Nya dan tidak beragama dgn agama yg benar yg diberikan Al Kitab kepada mereka sampai mereka membayar jizyah dgn patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. .Dan Allah Azza Wa Jalla berfirman : Perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka memerangi kamu semuanya.

Dan ketahuilah bahwasanya ‘Allah beserta orang-orang yg bertakwa. Kedelapan :Bahwasanya propaganda sinkretisme agama jika bersumber dari seorang muslim maka dia dianggap secara jelas telah murtad. Karena perkara tersebut bertentangan dgn pokok-pokok keyakinan agama Islam. Propaganda tersebut meridhoi kekafiran kepada Allah dan menganggap batilnya kebenaran Al-Qur’an clan keberadaannya sebagai penghapus kitab-kitab terdahulu.

Sekaligus membatalkan agama Islam sebagai penghapus segenap syari’at dan agama sebelumnya. Semua ini dibangun di atas pemahaman yg rusak dan diharamkan secara pasti dengan seluruh dalil-dalil syari’at dari Al Qur’an dan As Sunnah serta ijma’ .Kesembilan :Maka berdasarkan pernyataan di atas :

Sesungguhnya tidak boleh bagi seorang muslim -yang beriman kepada Allah sebagai Rabb Islam sebagai agama yg benar dan Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam sebagai nabi dan rasul- menyeru kepada pemahaman keji tersebut. Menyebarkannya diantara kaum muslimin terlebih lagi menyambut seruan itu. Kemudian mengikuti muktamar seminar serta perkumpulan mereka.

Tidak boleh bagi seorang muslim mencetak Taurat dan Injil terlebih lagi digabung dgn Al Qur’an AI Karim dalam satu cetakan.

Barangsiapa yg melakukan atau menyeru utk melakukannya maka dia berada dalam kesesatan yg jauh. Sebab dgn perbuatan tersebut berarti menggabungkan antara kitab yg hak dgn Al Muharrif {kitab yang telah diubah-ubah} atau dgn kitab yg telah dihapus.

Tidak dibenarkan bagi tiap muslim menyambut seruan utk membangun masjid gereja dan tempat peribadahan Yahudi dalam satu kawasan. Karena hal ini sama saja menggabungkan antara agama yg menyembah Allah dgn agama selainnya dan mengingkari keunggulan agama Islam atas selainnya. Serta tidak boleh menyeru bahwa ada tiga agama sah bagi penduduk bumi yg mereka boleh utk memilih salah satunya. Kemudian meyakini bahwa semua agama tersebut berada di atas satu pijakan sedangkan Islam bukanlah agama yg menghapus agama-agama sebelumnya. Maka tidak diragukan lagi bahwa ketetapan keyakinan atau senang dgn pemahaman seperti itu adl kafir dan sesat. Karena hal tersebut merupakan penyelisihan yg sangat jelas terhadap Al Qur’an Al Karim dan As Sunnah yg suci serta ijma’ kaum muslimin. Dan berkeyakinan bahwa perubahan agama Yahudi dan Nashara berasal dari sisi Allah. Maha Suci Allah dari yg demikian itu. Begitu pula tidak boleh menggelari gereja-gereja sebagai rumah Allah! dan menyakini para pemeluknya beribadah dgn peribadahan yg benar lagi diterima di sisi Allah. Karena sesungguhnya peribadahan yg mereka lakukan tersebut tidak berdasarkan ajaran Islam. Allah Ta’ala berfirman : Dan barangsiapa yg mencari agama selain Islam maka tidak akan diterima darinya {agama itu}. Dan di akhirat dia termasuk orang-orangyang merugi. .Bahkan gereja-gereja itu adl rumah-rumah tempat Allah dikufuri. Kita berlindung dari kekafiran dan pengikutnya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah Ta’ala berkata : di dalam Majmu’ Fatawa : gereja dan tempat ibadah kaum Yahudi bukanlah rumah-rumah Allah.

Sesungguhnya rumah-rumah Allah adl masjid¬-masjid. Bahkan gereja adl rumah yg Allah dikufuri padanya walaupun dijuluki sebagai rumah Allah. Rumah-¬rumah ibadah tersebut sebanding dgn para pemeluknya. Sedangkan pemeluknya adl kaum kafir maka rumah- ¬rumah itu adl rumah ibadah kaum kafir. Kesepuluh :Termasuk perkara yg harus diketahui bahwa berdakwah terhadap kaum kafir secara umum dan ahli kitab secara khusus adl kewajiban atas kaum muslimin berdasarkan nash-nash yg jelas dariAl Qur’an danAs Sunnah. Akan tetapi perkara tersebut tidak dapat terwujud kecuali melalui metode bayan dan memberikan argumentasi dgn cara yg lebih baik Tanpa mengorbankan prinsip-prinsip syari’at Islam. Hal itu dilakukan agar mereka mau menerima Islam dan berkenan memeluknya. Atau dgn cara menegakkan hujjah utk mematahkan alasan mereka dan menyelamatkan orang-orang yg menerima kebenaran.

Allah Ta’ala berfirman : Katakanlah : Wahai Ahli kitab marilah pada suatu kalimat yg tidak ada perselisihan antara kami dan kamu bahwa kita tidak menyembah kecuali hanya kepada Allah dan tidak kita persekutukan Dia dgn sesuatu pun dan tidak pula sebagian kita menjadikan sebagian yg lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka : Saksikanlah bahwa kami adl orang-orang yg berserah diri kepada . .Adapun dialog adu argumentasi dan berkumpul bersama mereka dalam rangka mentolelir keinginan hwa nfsu (**) mereka melanggengkan misi makar mereka serta mencari-cari kelemahan Islam dan merapuhkan pondasi keimanan ; maka hal itu adl suatu kebatilan. Maka Allah rasul-Nya dan kaum muslimin berlepas diri darinya. Kepada Allah lah kita memohon pertolongan atas apa yg mereka sifatkan. Allah Ta’ala berfirman : Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yg telah diturunkanAllah kepadamu. .Demikianlah Lajnah menetapkan dan menjelaskan perkara-perkara di atas. Maka Lajnah memberikan nasehat kepada kaum muslimin secara umum dan Ahli Ilmu secara khusus supaya bertakwa kepada Allah merasa diawasi oleh-¬Nya menjaga Islam serta memelihara akidah kaum muslimin dari kesesatan dan penyeru kesesatan juga dari kekafiran dan pemeluknya.

Lajnah memperingatkan mereka dari seruan kekafiran yg sesat ini dan dari terjatuh ke dalam kubang kebinasaan. Kita memohon perlindungan kepada Allah agar tiap muslim tidak menjadi sebab masuknya kesesatan ini ke negeri-negeri kaum muslimin dan tidak menyebarkannya di tengah-tengah mereka. Kita memohon kepada Allah yg Maha Suci dgn nama-namaNya yg husna dan sifat-sifat-Nya yg Maha Tinggi agar melindungi kita semua dari berbagai fitnah kesesatan. Dan agar menjadikan kita termasuk orang yg memberi penjelasan kepada hidayah Allah dan sebagai pembela Islam di atas petunjuk dan cahaya dari Rabb kita sampai kita menjumpai-Nya dalam keadaan diridhoi¬-Nya.Wabillahi taufik shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada nabi kita Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam beserta keluarga dan para shahabat.Dewan Fatwa Ulama dan Riset Ilmiyah Arab SaudiKetua :Abdul Aziz bin Abdillah bin BazWakil Ketua :Abdul Aziz bin Abdillah Alu Syaikh Anggota :Sholeh bin Fauzan Al Fauzan., Anggota :Bakr bin Abdillah Abu ZaidJudul Asli : Tsalatsu.

Dewan Fatwa Ulama dan Riset Ilmiyah Arab Saudi. Fatawa Muhimmah. Judul Edisi Indonesia : Awas Kristenisasi Bahaya Seruan Sinkretisme Agama Penerbit : Darul Ilmi Yogyakarta.

sumber : file chm Darus Salaf 2