Penyelewengan agama sangat menuntut perhatian para ulama dan segera mengajak mereka kembali kepada Allah memohon ampunan-Nya dan menegakkan hujjah-Nya sebagai manifestasi dari tanggung jawab ulama. Penyelewengan-penyelewengan yg terjadi di kalangan kaum muslimin awam telah melahirkan penyelewengan lain pada sebagian orang yg melakukan dakwah kepada Allah yg seharusnya berupaya memperbaharuikeadaan manusia dan mengajak mereka pada agama yg benar. Sebagian yg lain mengajarkan hukum-hukum yg salah kepada masyarakat umum bahkan terjadi pula pertentangan dalam hukum-hukum tersebut sehingga mereka mengeluarkan kata-kata yg dibuat-buat dan pada beberapa waktu tertentu mengakibatkan kesesatan.

  1. Melalaikan dan menganggap remeh dakwah kepada Allah dan dalam penyebaran ilmu yg benar kepada manusia serta dalam upaya membebaskan manusia dari belenggu kemusyrikan kekufuran dan kesesatan.
  2. Tersebarkan pengafiran dan berlebih-lebihan di dalamnya tanpa memperhatika kriterria dan hukum-ukumnya. Pengafiran hanya dilakukan berdasarka keumuman dan aspek lahir sebagian nash yg tidak merujuk kepada ulama serta munculnya aliran-aliran yg mengatasnamakan kelompok dakwahyang pada hakikatnya merupakan uapaya menghidupkan kembali aliranWa’idiyah yg berlebih-lebihan pada nash-nash ancaman dan mengafikan golongan umat yg terpilih. .
  3. Munculnya fenomena kepasrahan pada nasib di kalangan kaum muslimin sehingga umat merelakan agamanya sebagaimana adanya tanpa mempelajari agama yg benar dan tidak pula mengamalkannya di samping meninggaklan dakwah dan jihad menegakkan kalmat Allah. .
  4. Kebodohan dalam masalah agama tidak ada upaya mempelajari agama dan tidak pula berupaya membetulkan akidah dan ibadah.
  5. Orang-orang sesat dan pembuat bid’ah mengelabuhi kaum muslimin memanipulasi syirik hingga seakan-akan merrupakan sesuatu yg baik dan mereka mempropagandakannya.
  6. Menyebarkan tabarruk yg dilarang secara syara’ dgn bentuk dan caranya yg bermacam-macam hingga menjadi suatuyang terrbiasa bahkan menjadi keyakinan bagi orang yg melakukannya.
  7. Berlebih-lebihan menggantungkan diri kepada makhluk memohon bantuan dan pertolongan kepada mereka dan tawassul kepada orang-orang yg sudah meninggal.
  8. Berpaling dari syariat Allah dan mengambil hukum dari orang-orang sesat.
  9. Penyelewengan yg dilakukan sebagian orang dalam hal batas-batas kebodohan dalam masalah agama yg dapat ditoleransi danyang tidak mengada-ada kriteria orang bodoh yg ditolerasi dan pada gilirannya juga mengada-ada kriteria yg tidak dapat ditoleransi.
  10. Kaku dalam menyampaikan hukum-hukum dan fatwa-fatwa tanpa memberikan penjelasan dan menganalisa lingkup hukum da fatwa tersebut kecuali pada bagian kecil dari pendapat ulama setempatdi antara para ulama yg terhormat dan para da’i yg ikhlas.
  11. Fenomena Penyelewengan Umat dari Agama yg Benar
  12. Mengangkat orang-oang sesat yg ingkar dan zindiq menjadi pemimpin dan hakim-hakim yg memutuskan perkara bukan bedasarkan ketentuan Allah membantu dan mendukung mereka sebaliknya memerangi orang-orang yg bedakwah kepada Allah.
  13. Bergabung dgn golongan-golonganyang ingkar dan zindiq dan menyerukan fanatisme jahiliyah seperti ajakan pada nasionalisme dan partai-partai nasionalisme dan sekuler.
  14. Fenomena Penyelewengan dalam Menghadapi Penyelewengan Umat

Sumber Al-Jahl bi Masail al-I’tiqad wa Hukmuhu Abdurrzzaq bin Thahir bn Ahmad Ma’asy. Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia. sumber file al_islam.chm