Pengertian Pendidikan Islam

Pendidikan Islam yaitu bimbingan jasmani dan
rohani menuju terbentuk kepribadian utama menurut ukuran-ukuran
Islam. Dengan pengertian lain Pendidikan Islam merupakan suatu
bentuk kepribadian utama yakni kepribadian muslim. kepribadian yg
memiliki nilai-nilai agama Islam memilih dan memutuskan serta
berbuat berdasarkan nilai-nilai Islam dan bertanggung jawab sesuai
dgn nilai-nilai Islam. Pendidikan Islam merupakan pendidikan yg
bertujuan membentuk individu menjadi makhluk yg bercorak diri
berderajat tinggi menurut ukuran Allah dan isi pendidikan adl
mewujudkan tujuan ajaran Allah (Djamaluddin 1999: 9).

Menurut Hasan Langgulung yg dikutip oleh Djamaluddin (1999)
Pendidikan Islam ialah pendidikan yg memiliki empat macam fungsi
yaitu :

  • Menyiapkan generasi muda utk memegang peranan-peranan tertentu
    dalam masyarakat pada masa yg akan datang. Peranan ini berkaitan
    erat dgn kelanjutan hidup masyarakat sendiri.
  • Memindahkan ilmu pengetahuan yg bersangkutan dgn
    peranan-peranan tersebut dari generasi tua kepada generasi
    muda.
  • Memindahkan nilai-nilai yg bertujuan utk memilihara keutuhan
    dan kesatuan masyarakat yg menjadi syarat mutlak bagi kelanjutan
    hidup suatu masyarakat dan peradaban.
  • Mendidik anak agar beramal di dunia ini utk memetik hasil di
    akhirat.

An-Naquib Al-Atas yg dikutip oleh Ali mengatakan pendidikan
Islam ialah usaha yg dialakukan pendidik terhadap anak didik utk
pengenalan dan pengakuan tempat-tempat yg benar dari segala sesuatu
di dalam tatanan penciptaan sehingga membimbing kearah pengenalan
dan pengakuan akan tempat Tuhan yg tepat di dalam tatanan wujud dan
keberadaan (1999: 10 ). Adapun Mukhtar Bukhari yg dikutip oleh
Halim Soebahar mengatakan pendidikan Ialam adl seganap kegiatan yg
dilakukan seseorang atau suatu lembaga utk menanamkan nilai-nilai
Islam dalam diri sejumlah siswa dan keseluruhan lembaga-lembaga
pendidikan yg mendasarkan program pendidikan atau pandangan dan
nilai-nilai Islam (2002: 12).

Pendidikan Islam adl jenis pendidikan yg pendirian dan
penyelenggaraan didorong oleh hasrat dan semangat cita-cita utk
mengejewantahkan nilai-nilai Islam baik yg tercermin dalam nama
lembaga maupun dalam kegiatan-kegiatan yg diselenggarakan (Soebahar
2002: 13). Kendati dalam peta pemikiran Islam upaya menghubungkan
Islam dgn pendidikan masih diwarnai banyak perdebatan namun yg
pasti relasi Islam dgn pendidikan bagaikan dua sisi mata uang
mereka sejak awal mempunyai hubungan filosofis yg sangat mendasar
baik secara ontologis epistimologis maupun aksiologis. Yang
dimaksud dgn pendidikan Islam disini adl : pertama ia
merupakan suatu upaya atau proses yg dilakukan secara sadar dan
terencana membantu peserta didik melalui pembinaan asuhan bimbingan
dan pengembangan potensi mereka secara optimal agar nanti dapat
memahami menghayati dan mengamalkan ajaran islam sebagai keyakinan
dan pandangan hidup demi keselamatan di dunia dan akherat.
Kedua merupakan usaha yg sistimatis pragmatis dan
metodologis dalam membimbing anak didik atau tiap individu dalam
memahami menghayati dan mengamalkan ajaran islam secara utuh demi
terbentuk kepribadian yg utama menurut ukuran islam. Dan
ketiga merupakan segala upaya pembinaan dan pengembangan
potensi anak didik utk diarahkan mengikuti jalan yg islami demi
memperoleh keutamaan dan kebahagiaan hidup di dunia dan di
akherat.

Menurut Fadlil Al-Jamali yg dikutip oleh Muzayyin Arifin
pendidikan Islam adl proses yg mengarahkan manusia kepada kehidupan
yg baik dan mengangkat derajat kemanusiaan sesuai dgn kemampuan
dasar (fitroh) dan kemampuan ajar (2003: 18). Maka dgn demikian
pendidikan Islam dari beberapa pengertian di atas penulis
menyimpulkan bahwa pendidikan Islam sebagai usaha membina dan
mengembangkan pribadi manusia baik dari aspek rohaniah jasmaniah
dan juga harus berlangsung secara hirarkis. oleh krn itu pendidikan
Islam merupakan suatu proses kematangan perkembangan atau
pertumbuhan baru dapat tercapai bilamana berlangsung melalui proses
demi proses kearah tujuan transformatif dan inovatif.

Pendidikan islam sebagaimana rumusan diatas menurut Abd
Halim Subahar ( 1992 : 64) memiliki beberapa prinsip yg membedakan
dgn pendidikan lain Prinsip Pendidikan islam
antara lain :

  • Prinsip tauhid
  • Prinsip Integrasi
  • Prinsip Keseimbangan
  • Prinsip persamaan
  • Prinsip pendidikan seumur hidup dan
  • Prinsip keutamaan.

Sedangkan tujuan pendidikan islam dapat
dirumuskan sebagai berikut :

  • Untuk membentuk akhlakul karimah.
  • Membantu peserta didik dalam mengembangkan kognisi afeksi dan
    psikomotori guna memahami menghayati dan mengamalkan ajaran islam
    sebagai pedoman hidup sekaligus sebagai kontrol terhadap pola fikir
    pola laku dan sikap mental.
  • Membantu peserta didik mencapai kesejahteraan lahir batin
    dangan membentuk mereka menjadi manusia beriman bertaqwa berakhlak
    mulia memiliki pengetahuan dan keterampilan berkepribadian
    integratif mandiri dan menyadari sepenuh peranan dan tanggung jawab
    diri di muka bumi ini sebagai abdulloh dan kholifatulloh.

Dengan demikian sesungguh pendidikan islam tak saja fokus pada
education for the brain tetapi juga pada education for
the heart
. Dalam pandangan islam krn salah satu misi utama
pendidikan islam adl dalam rangka membantu peserta didik mencapai
kesejahteraan lahir batin maka ia harus seimbang sebab bila ia
hanya focus pada pengembangan kreatifiats rasional semata tanpa
diimbangi oleh kecerdasan emosional maka manusia tak akan dapat
menikmati nilai kemajuan itu sendiri bahkan yg terjadi adl
demartabatisasi yg menyebabkan manusia kehilangan identitas dan
mengalami kegersangan psikologis dia hanya meraksasa dalam tehnik
tapi merayap dalam etik.
Demikian pula pendidikan islam mesti bersifat integralitik arti ia
harus memandang manusia sebagai satu kesatuan utuh kesatuan jasmani
rohani kesatuan intelektual emosional dan spiritual kesatuan
pribadi dan sosial dan kesatuan dalam melangsungkan mempertahankan
dan mengembangkan hidup dan kehidupannya.

Dasar-Dasar Pendidikan Islam

Dalam tiap aktivitas manusia sebagai instrumen transformasi ilmu
pengetahuan budaya dan sebagai agen perubahan sosial pendidikan
memerlukan satu landasan fundamental atau basik yg kuat. Adapaun
dasar yg di maksud adl dasar pendidikan Islam suatu totalitas
pendidikan yg wajib bersandar pada landasan dasar sebagaimana yg
akan dibahas dalam bagian berikut ini.

Pendidikan Islam baik sebagai konsep maupun sebagai aktivitas yg
bergaerak dalam rangka pembinaan kepribadian yg utuh paripurna atau
syumun memerlukan suatu dasar yg kokoh. kajian tentang pendidikan
Islam tak lepas dari landasan yg terkait dgn sumber ajaran Islam
yaitu :

  • Al-Qur’an

Al-Qur’an ialah firman Allah berupa wahyu yg disampaikan
oleh Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Di dalam terkandung ajaran
pokok yg dapat dikembangkan utk keperluan aspek kehidupan melalui
ijtihad. Ajaran yg terkandung dalam Al-Qur’an itu terdiri
dari dua prinsip besar yaitu yg berhubungan dgn masalah keimanan yg
disebut aqidah dan yg berhubungan dgn amal disebut syari’ah.
Oleh krn itu pendidikan Islam harus menggunakan Al-Qur’an
sebagai sumber dalam merumuskan berbagai teori tentang pendidikan
Islam sesuai dgn perubahan dan pembaharuan (Darajat 2000: 19).

  • As-Sunnah

As-Sunnah ialah perkataan perbuatan ataupun pengakuan rasul.
Yang di maksud dgn pengakuan itu ialah kejadian atau perbuatan
orang lain yg diketahui oleh Rasulullah dan beliau membiarkan saja
kejadian atau perbuatan itu berjalan. Sunnah merupakan sumber
ajaran kedua sesudah Al-Qur’an yg juga sama berisi pedoman
utk kemaslahatan hidup manusia dalam segala aspek utk membina umat
menjadi manusia seutuh atau muslim yg bertaqwa. Untuk itulah rasul
Allah menjadi guru dan pendidik utama.
Maka dari pada itu Sunnah merupakan landasan kedua bagi cara
pembinaan pribadi manusia muslim dan selalu membuka kemungkinan
penafsiran berkembang. Itulah sebab mengapa ijtihad perlu
ditingkatkan dalam memahami termasuk yg berkaitan dgn pendidikan.
As-Sunnah juga berfungsi sebagai penjelasan terhadap beberapa
pembenaran dan mendesak utk segara ditampilkan yaitu :

  • Menerangkan ayat-ayat Al-Qur’an yg bersifat umum
  • Sunnah mengkhitmati Al-Qur’an.
  • Ijtihad

Ijtihad adl istilah para fuqoha yaitu berfikir dgn menggunakan
seluruh ilmu yg dimiliki oleh ilmuan syari’at Islam utk
menetapkan atau menentukan sesuatu hukum syara’ dalam hal-hal
yg ternyata belum ditegaskan hukum oleh Al-Qur’an dan Sunnah.
Namun dgn demikian ijtihad dalam hal ini dapat saja meliputi
seluruh aspek kehidupan termasuk aspek pendidikan tetapi tetap
berpedoman pada Al-Qur’an dan Sunnah.
Oleh krn itu ijtihad dipandang sebagai salah satu sumber hukum
Islam yg sangat dibutuhkan sepanjang masa setelah rasul Allah
wafat. Sasaran ijtihad ialah segala sesuatu yg diperlukan dalam
kehidupan yg senantiasa berkembang. Ijtihad dalam bidang pendidikan
sejalan dgn perkembangan zaman yg semakin maju bukan saja dibidang
materi atau isi melainkan juga dibidang sistem.
Secara substansial ijtihad dalam pendidikan harus tetap bersumber
dari Al-Qur’an dan Sunnah yg diolah oleh akal yg sehat dari
para ahli pendidikan Islam.

  • Al-Kaun

Maksud Allah menurunkan ayat kauniyah tersebut yaitu utk
mempermudah pemahaman manusia terhadap lingkungan sekitar sehingga
dapat mengakui kebesaran seperti yg terdapat dalam Al-Qur’an
surat Ar- Ra’du ayat 3 yg berbunyi :
وهوالدي مد
الارض وجعل
فيها روسي
وانهرا ومن
كل الثمرت
جعل فيها
زوجين
اثنين يغش
اليل
النهارا ن
في دلك لايت
لقوم
يتفكرون
Arti : “Dialah Tuhan yg mmembentangkan bumi dan menjadikan
gunung-gunung sungai-sungai padanya. Dia menjadikan pada
buah-buahan berpasang-pasangan. Allah jualah yg menutup malam
kepada siang sesungguh pada yg demikian itu terdapat tanda-tanda
kebesaran Allah bagi kaum yg berfikir” (Depag RI 1992:
368).
Berdasarkan firman Allah di atas bahwa tiap orang berfikir harus
mengakui kebesaran Allah dan hal ini relevan utk dijadikan dasar
dalam pendidikan Islam.

Unsur-Unsur Pendidikan Islam

Dalam implementasi fungsi pendidikan Islam sangat memperhatikan
aspek yg mendukung atau unsur yg turut mendukung terhadap tercapai
tujuan dari pendidikan Islam. Adapun aspek atau unsur-unsur
tersebut adl :

Tujuan Pendidikan Islam

Menurut Fadlil Aljamali yg dikutip oleh Abdul Halim Soebahar
sebagai berikut: Pertama mengenalkan manusia akan peran
diantara sesama (makhluk) dan tanggung jawab pribadinya.
Kedua mengenalkan manusia akan interaksi sosial dan
tanggung jawab dalam tata hidup bermasyarakat. Ketiga
mengenalkan manusia akan alam ini dan mengajak mereka utk
mengetahui hikmah diciptakan serta memberi kemungkinan utk
mengambil manfaat dari alam tersebut. Keempat mengenalkan
manusia akan pencipta alam ini (Allah) dan memerintahkan beribadah
kepada-Nya (2002: 19-20).
Tujuan pendidikan Islam adl tercapai pengajaran pengalaman
pembiasaan penghayatan dan keyakinan akan kebenarannya. Sedangkan
menurut Zakiyah Dzarajat tujuan pendidikan Islam yaitu membentuk
insan kamil dgn pola taqwa dapat mengalami perubahan bertambah dan
berkurang dalam perjalanan hidup seseorang. Oleh krn itulah tujuan
pendidikan Islam itu berlaku selama hidup utk menumbuhkan memupuk
mengembangkan memelihara dan mempertahankan (2000: 31).
Hal yg sama pula tujuan pendidikan Islam dapat dipahami dalam
firman Allah :
يايهاالدين
امنوا
اتقوا الله
حق تقاته
ولاتموتن
الا وانتم
مسلمون
Arinya: “Wahai orang-orang yg beriman bertaqwalah kamu kepada
Allah dgn sebenar-benar taqwa; dan janganlah kamu mati kecuali
dalam keadaan muslim (QS. 3 Ali-Imron: 102).
Sedangkan menurut Ahmad D Marimba yg dikutip oleh Halim Soebahar
menyatakan bahwa tujuan pendidikan Islam adl terbentuk muslim. Dan
menurut bahwa tujuan demikian identik dgn tujuan hidup tiap muslim.
Adapun tujuan hidup seorang muslim adl menghamba kepada Allah yg
berkaitan dgn firman Allah Surat Dzariat 56 yg berbunyi :
وما خلقت
الجن
والانس الا
ليعبدون
Artinya: “Dan aku (Allah) tak menjadikan jin dan manusia
melainkan utk meyembah-Ku”.
Dan masih banyak beberapa deskripsi yg membahas tentang tujuan
pendidikan Islam seperti konfrensi pendidikan di Islamabat tahun
1980 bahwa pendidikan harus merealisasikan cita-cita (idealitas)
Islam yg mencakup pengembangan kepribadian muslim secara meyeluruh
yg harmonis yg berdasarkan fisiologis dan psikologis maupun yg
mengacu kepada keimanan dan sekaligus berilmu pengetahuan secara
berkeseimbangan sehingga terbentuklah muslim yg paripurna berjiwa
tawakkal secara total kepada Allah sebagaimana firman Allah Surat
Al-An’am Ayat 162:
قل ان صلاتي
ونسكي
ومحياي
ومماتي لله
رب
العلمين
Artinya: “Katakanlah sesungguh sholatku ibadahku hidup dan
matiku hanya bagi Allah tuhan semesta alam”. Imam Al-Ghazali
mengatakan tujuan penddikan Islam adl utk mencapai kesempurnaan
manusia yg mendekatkan diri kepada Allah dan bertujuan meraih
kebahagiaan di dunia dan di akhirat. (Langgulung 1990: 9).
Maka dari pada itu tujuan pendidikan Islam dirumuskan dalam
nilai-nilai filosofis yg termuat dalam filsafat pendidikan Islam.
Seperti hal dasar pendidikan maka tujuan pendidikan Islam juga
identik dgn tujuan Islam itu sendiri. Sedanagkan Muhammad Umar
Altomi Al-Zaibani yg dikutip oleh Djalaluddin mengatakan tujuan
pendidikan Islam adl utk mempertinggi nilai-nilai akhlak hingga
mencapai akhlak ul karimah. Tujuan ini sama dan sebangun dgn tujuan
yg akan dicapai oleh misi kerasulann yaitu “membimbing
manusia agar berakhlak mulia”. (2001: 90).
Maka dgn demikian tujuan pendidikan Islam yg berdasarkan deskripsi
di atas ialah menanamkan makrifat (kesadaran) dalam diri manusia
terhadap diri sendiri selaku hamba Allah kesadaran selaku anggota
masyarakat yg harus meiliki rasa tanggung jawab sosial terhadap
pembinaan masyarakat serta menanamkan kemampuan manusia utk menolak
memanfaatkan alam sekitar sebagai ciptaan Allah bagi kepentingan
kesejahteraan manusia dan kegiatan ibadah kepada pencipta alam itu
sendiri.
Telah kita ketahui bahwa dasar tujuan pendidikan ditiap-tiap negara
itu tak selalu tetap sepanjang masa melainkan sering mengalami
perubahan atau pergantian sesuai dgn perkembangan zaman. Perumbakan
itu biasa akibat dari pertentangan pendirian atau ideologi yg ada
di dalam masyarakat itu. Hal ini kerap kali terjadi lebih-lebih di
negara yg belum stabil kehidupan politik krn mereka yg bertentangan
itu sadar bahwa pendidikan memegang peranan penting sebagai
generasi bangsa.
Sama hal dgn tujuan pendidikan di Indonesia juga selalu
berubah-rubah dikarenakan kondisi dan situasi politik tak stabil.
Hal ini dibuktikan mulai tahun 1946 sampai pada saat sekarang.
Dengan demikian tujuan pendidikan itu tak berdiri sendiri melainkan
dirumuskan atas dasar hidup bangsa dan cita-cita negara dimana
pendidikan itu dilaksanakan. Sikap hidup itu dilandasi oleh
norma-norma yg berlaku bagi semua warga negara.
Oleh krn itu sebelum seseorang melaksanakan tugas kependidikan
terlebih dahulu harus memahami falsafah negara supaya norma yg
melandasi hidup bernegara itu tercermin dari tindakan agar
pendidikan yg diarahkan kepada pembentukan sikap posisi pada
peserta didik hendak diperhitungkan pula bahwa manusia muda
(peserta didik) itu tak hidup tersendiri di dunia ini. (Uhbiyati
dkk2001:135-139)

Subjek Pendidikan.

Subjek pendidikan adl orang yg berkenaan langsung dgn proses
pendidikan dalam hal ini pendidik dan peserta didik. Peserta didik
yaitu pihak yg merupakan sabjek terpenting dalam pendidikan. Hal
ini disebabkan atau tindakan pendidik itu diadakan atau dilakukan
hanyalah utk membawa anak didik kepada tujuan pendidikan Islam yg
dicita-citakan. Dalam PPRI No. 19 tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan disebutkan bahwa yg dimaksud dgn peserta didik
ialah anggota masyarakat yg berusaha menyumbangkan potensi diri
melalui proses pembelajaran yg tersedia pada jalur jenjang dan
jenis pendidikan tertentu (PPRI 2005: 12)
Pendidik atau guru secara implisit ia telah merelakan diri dan
memikul dan menerima sebagai tanggung jawab pendidikan yg terpikul
dipundak pada oranag tua. (Dzarajat 2000: 39)
Maka dgn demikian subjek pendidikan Islam yaitu semua manusia yg
berproses dalam dunia pendidikan baik formal informal maupunn
nonformal yg sama-sama mempunyai tujuan demi pengembangan
kepribadiannya. Sehingga menjadi insan yg mempunyai kesadaran penuh
kepada sang pencipta.

Kurikulum dan Materi.

Hal penting yg perlu diketahui dalam proses belajar mengajar
atau proses kependidikan dalam suatu lembaga adl kurikulum (Arifin
2003: 77).
Menurut Soedijarto yg dikutip Khoiron Rosyadi mengartikan kurikulum
dgn lima tingkatan yaitu : Pertama sebagai serangkaian
tujuan yg menggambarkan berbagai kemapuan (pengetahuan dan
keterampilan) nilai dan sikap yg harus dikuasi dan dimiliki oleh
peserta didik dari suatu satuan pendidikan; Kedua sebagai
kerangka materi yg memberikan gambaran tentang bidang-bidang study
yg harus dipelajari oleh peserta didik utk menguasai serangkaian
kemampuan nilai dan sikap yg secara institusional harus dikuasi
oleh peserta didik setelah selesai dgn pendidikannya;
Ketiga diartikan sebagai garis besar materi dari suatu
bidang study yg telah dipilih utk dijadikan objek belajar.
Keempat adalah sebagai panduan dan buku pelajaran yg
disusun utk menunjang terjadi proses belajar mengajar;
Kelima adalah sebagai bentuk dan jenis kegiatan belajar
mengajar yg dialami oleh para pelajar termasuk di dalam berbagai
jenis bentuk dan frekuensi evaluasi yg digunakan sebagai bagian
terpadu dari strategi belajar mengajar yg direncanakan utk dialami
para pelajar. (2004:243-244)
Oleh karena itu kurikulum menggambarkan kegiatan belajar mengajar
dalam suatu lembaga kependidikan tak hanya dijabarkan serangkai
ilmu pengetahuan yg harus diajarkan pendidik kepada anak didik dan
anak didik mempelajarinya. Tetapi juga segala kegiatan yg bersifat
kependidikan yg dipandanag perlu krn mempunyai pengaruh terhadap
anak didik dalam rangka mencapai tujuan pendidikan Islam. Adapun
pengertian kurikulum secara etimologi berasal dari bahasa latin
(suatu jarak yg harus ditempuh dalam pertandingan olahraga)
kemudian yg dialihkan kedalam pengertian pendidikan menjadi suatu
lingkaran pengajaran dimana guru dan murid terlibat didalamnya. Dan
secara termenologi adl menunjukkan tentang segala mata pelajaran yg
dipelajarai dan juga semua pengalamam yg harus diperoleh serta
semua kegiatan yg harus dilakukan anak.
Adapun yg dimaksud dgn materi yaitu bahan-bahan atau pengalaman
belajar ilmu agama Islam yg disusun sedemikian rupa atau
disampaikan kepada anak didik.(Uhbiyati 2003:14)
Materi dan kurikulum memiliki keterkaitan atau depadensi yg sangat
erat mengingat meteri merupakan integral dari kurikulum dan
pencapaian materi secara sistematis diatur dari kurikulum yg
ada.

Metode Media dan Evaluasi.

Metode merupakan instrumen dan dipergunakan utk mencapai tujuan
pendidikan atau alat yg mempunyai fungsi ganda yaitu yg bersifat
polipragmatis dan monopragmatis. Oleh krn itu metode dalam
pengertian litter lijk kata “metode” berasal dari
bahasa grek yg terdiri dari meta yg berarti “melalui”
dan hodos yg berarti “jalan”. Jadi metode berarti
“jalan yg dilalui”. Maka secara umum metode diartikan
sebagai cara mengerjakan sesuatu cara itu mungkin baik mungkin tak
baik. atau metode juag dapat diartikan sebagai cara utk mempermudah
pemberian pemahaman kepada anak didik mengenai bahan atau materi yg
diajarkan. (Arifin 2003: 89)

Media menurut gerlach dan Eli sebagaimana dikutip Azhar Arsyad
mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adl
manusia materi atau kejadian yg membangun kondisi yg membuat siswa
mampu memperoleh pengetahuan keterampilan atau sikap (1996: 1)

Jadi media merupakan sarana utk mempermudah pemberian pemahaman
kepada peserta didik.
Evaluasi adl suatu proses berkelanjutan tentang pengumpulan dan
penafsiran informasi utk menilai keputusan-keputusan yg dibuat
dalam merancang suatu sistem pengajaran atau yg dimaksud evaluasi
dalam pendidikan Islam adl merupakan cara atau teknik penilaian
terhadap tingkah laku peserta didik berdasarkan standar perhitungan
yg bersifat komprehensif dari seluruh aspek-aspek kehidupan mental
psikologis dan spritual religius krn manusia hasil pendidikan Islam
bukan saja sosok pribadi yg tak hanya bersikap religius melainkan
juga berilmu dan berketarampilan yg sanggup beramal dan berbakti
kepada Tuhan dan masyarakatnya. (Arifin 2000: 238) Dalam rangka
menilai keberhasilan pendidikan evaluasi penting utk dilaksanakan
krn sebagai pijakan dalam merumuskan program-program pendidikan yg
akan datang.

Lingkungan

Lingkungan ialah sesuatu yg berada diluar diri anak dan
mempengaruhi perkembangannya. Lingkungan sendiri dibagi tiga macam
yg keseluruhan mendukung terhadap proses implementasi pendidikan
Islam misal masyarakat sekolah dan keluarga. Dalam arti yg luas
lingkungan mencakup iklim dan geografis tempat tinggal adat
istiadat pengetahuan pendidikan dan alam. Oleh krn itu dgn kata
lain lingkungan ialah segala sesuatu yg tampak dan terdapat dalam
alam kehidupan yg senantiasa berkembang. (Daradjat 2000: 63)

Jadi lingkungan mempunyai andil yg sangat signifikan dalam
pembentukan sikap dan prilaku yg pada akhir akan membentuk sebuah
kepribadian yg sempurna.