Sejak kapan sebenarnya Islam masuk ke Belanda ini merupakan sebuah pertanyaan yg harus diteliti jawabannya lbh lanjut. Tapi utk mendapatkan suasana keislaman apalagi di bulan Ramadhan rasanya tidak terlalu sulit. Di Belanda ada banyak masjid dgn komunitas Maroko Turki dan Indonesia. Jum’at pertama kedatangan saya di Belanda saya menyampaikan Khutbah Jumat di masjid Al Hikmah Den Haag masjid yg dulunya gereja karenanya dari luar saya tidak tahu kalau bangunan itu adl masjid sama sekali tidak ada khas masjidnya tapi ketika masuk ke dalamnya baru terasa kalau ini masjid. Itulah gereja yg dulu dibeli oleh keluarga Probosutejo lalu dirubah fungsinya menjadi masjid sebuah masjid yg secara fisik cukup ideal utk menampung berbagai aktivitas jamaah. Saya haru dan bangga dgn keberadaan masjid ini apalagi saya bisa berkhutbah di sana dgn jamaah terdiri dari warga muslim Indonesia dan muslim Belanda asli. Ada banyak gereja yg dibeli oleh kalangan muslim lalu dirubah fungsinya menjadi masjid. Dari sekitar 16 Juta penduduk Belanda lbh kurang 750.000 diantaranya muslim ini belum termasuk warga asing yg muslim tapi belum merubah status kewarganegaraannya namun dalam hidup mereka mendapat hak-hak yg sama dgn warga negara Belanda. MUSLIM DAN JILBAB Pertumbuhan jumlah penduduk muslim terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Seorang pengurus PPME Nederland sebuah organisasi muslim dari Indonesia menyatakan bahwa ada saja orang Belanda asli yg masuk Islam Abdurrahman Hummelink adl diantara orang Belanda asli yg masuk Islam pada tahun 1997 meskipun ia katakan sudah menerima dan yakin kepada Islam sejak 1985. Kira-kira sepekan sebelum Ramadhan seorang Profesor Doktor datang ke masjid Al Hikmah Den Haag utk menyatakan diri masuk Islam. Saya sendiri mengislamkan dua orang asal Indonesia satu keturunan Cina dan satunya lagi dari Ambon. Banyak juga yg mau masuk Islam krn mau menikah dgn orang Indonesia yg muslim baik laki-laki maupun wanita. Banyaknya orang Belanda yg masuk Islam sebenarnya baru krn inisiatif atau kemauan mereka sendiri belum banyak yg masuk Islam dgn sebab proses dakwah yg dikakukan padahal kalau orang Indonesia yg muslim dan bisa berbahasa Belanda ditambah dgn orang Belanda yg sudah muslim meningkatkan peran da?wah mereka tentu perkembangan pertambahan umat Islam akan bertambah pesat lagi. Menurut catatan Republika penduduk muslim dari Turki berjumlah 270.000 Maroko 225.000 Suriname 55.000 sedangkan penduduk muslim lainnya berasal dari Irak Iran Somalia Ehtiopia Mesir Afganistan Bosnia dan Indonesia asli. Banyaknya jumlah muslim itu membuat kita tidak terlalu sulit menemukan wanita-wanita berjilbab bahkan dari wanita-wanita Belanda sekalipun. Saya terkesan dgn seorang Ibu asli Belanda yg bernama Susan isteri dari seorang bapak asal Indonesia ia selalu berjilbab kemana pergi ia bekerja dgn posisi cukup penting pada perusahaan penerbangan KLM ia aktif dalam kegiatan da?wah bahkan penguasaannya pada bahasa Inggris dan Indonesia membuat ia menjadi penerjemah ceramah-ceramah saya yg diakui sangat bagus penerjemahannya ke dalam bahasa Belanda oleh mereka yg mengerti bahasa Belanda. Namun salah satu yg kita sayangkan adl banyak wanita-wanita muslim Indonesia yg ketika ke masjid atau ke tempat kegiatan keislaman tidak menggunakan busana muslimah padahal mereka yg sejak lahir sudah menjadi muslim mestinya bisa memberi contoh kepada muslim yg baru bahkan sekalipun mereka menggunakan busana muslimah banyak diantara mereka yg belum sempurna dalam menggunakaannya. Ini merupakan salah satu tantangan dan tugas yg harus diselesaikan dalam da?wah di negeri Belanda dan negara-negara lain. Oleh krn itu menjadi sangat penting utk memperkokoh komitmen keislaman para jamaah dgn adanya rasa bangga sebagai muslim memahami islam dgn baik hingga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari menanamkan ke dalam jiwa mereka rasa tanggung jawab terhadap da?wah dan menjalin komunikasi yg lbh intensif dgn masyarakat Belanda dalam rangka mengajak mereka kepada Islam apalagi saya saksikan bahwa muslim Belanda lbh senang berkumpul dgn muslim Indonesia dibanding dgn muslim Maroko atau Turki. MASJID DAN GEREJA Pemandangan terhadap masjid dgn gereja merupakan sesuatu yg sangat bertolak belakang. Masjid dikunjungi oleh kaum muslim dalam jumlah yg banyak tua dan muda. Sekitar 200 masjid lbh tersebar di seluruh belanda ada masjid Maroko Masjid Turki Masjid Indonesia dll. Masjid-masjid ini umumnya ramai dikunjungi jamaah apalagi saat Ramadhan. Di Amsterdam yg saya lbh banyak beraktifitas memang belum ada masjid PPME Amsterdam menyewa sebuah sport hall milik sekolah Islam El Amien Maroko dgn harga sewa 250 Gulden sekali pakai shalat tarawih berlangsung tiap malam di tempat ini. Banyak sekali jamaah yg hadir terutama pada hari Sabtu dan Ahad krn umumnya jamaah libur dari kerja dan sekolah. Salah satu yg menarik dari masjid Turki dan Maroko dan ini juga perlu ditiru oleh masjid-masjid kita adl tersedianya toko yg menyediakan kebutuhan sehari-hari hingga pakaian serta buku dan kaset. Begitu juga tersedianya restoran yg menyediakan makanan khas bagi keperluan jamaah. Perekonomian bisa berputar diantara mereka dan masjid yg memang dana operasionalnya besar bisa terpenuhi salah satunya dari keuntungan yg diperoleh dari perdagangan ini. Namun meskipun belum dalam bentuk toko jamaah masjid Indonesia juga ada yg berjualan barang-barang keperluan jamaah seperti beras terigu gula mie bahkan sampai daun salam sereh serta daun kemangi juga ada. Adapun gereja sangat sepi dari pengunjung padahal gereja-gereja mereka cukup besar kalau toh dikunjungi utk beribadah umumnya para pengunjungnya orang-orang yg sudah tua. Akibatnya tidak sedikit dari gereja-gereja itu yg akhirnya bangkrut krn memang pemerintah tidak mau memberi subsidi kalau memang terus demikian lalu gereja itu dijual sedang mereka bergabung dalam satu gereja meskipun berbeda sekte . Suasana natal memang termasuk ramai di Belanda tapi ramainya bukan utk peribadatan melainkan utk pesta natal. Lalu ketika saya tanya seorang jamaah ?Jadi bagaimana agama mereka?. Jawabnya ?agama mereka adl materi?. PASAR SENG BELANDA. Kalau kita pergi ke Makkah maka kita akan berkunjung ke pasar seng yg disana kita bisa membeli banyak barang dgn harga yg tidak terlalu mahal. Ternyata di Belanda-pun kita bisa menjumpai pasar seperti pasar seng dgn suasana yg persis sama. Pasar itu bernama Baverwijk. Orang-orang Indonesia menamakan pasar itu sebagai pasar sengnya Belanda krn para pedagangnya adl orang-orang Arab Maroko dan Turki dgn bahasa Arab mereka yg khas. Disana kita bisa makan Shuarma yg lezat kitab-kitab berbahasa Arab kaset-kaset pengajian imam Timur Tengah bahkan makanan yg biasa menjadi oleh-oleh jamaah haji juga banyak sekali seperti korma kismis kacang Arab dll. Namun di pasar ini jauh lbh lengkap di banding pasar seng mulai dari cabe bawang sampai komputer dan hand phone bisa kita dapatkan dgn blok-blok tersendiri. Yang juga menarik di pasar Baverwijk ini terdapat juga Restoran Makkah dgn menu khas Timur Tengah dan masjid besar di atas pasar yg memperdengarkan azan tiap tiba waktu shalat yg lima waktu. Banyak sekali pengunjung pasar ini sehingga para pengunjung berdesakan seperti di pasar Tanah Abang apalagi parkir kendaraan di pasar ini gratis dan keluar masuknya mobil berlangsung secara tertib meskipun tidak ada petugas parkir. Semua orang disini memang sudah biasa mengatur diri sendiri dgn tertib. MENGHADAPI MASA DEPAN. Dengan prospek yg cerah bagi masa depan Islam dan umat Islam di Belanda umat Islam Indonesia khususnya yg berada di Belanda harus bisa mengambil peran yg besar utk meraih masa depan yg lbh baik. Hal-hal yg perlu dilakukan antara lain Pertama Meningkatkan soliditas jamaah muslim melalui organisasi yg sudah ada seperti PPME dgn penataan organisasi yg lbh baik. Kedua memiliki tempat aktivitas yg permanen khususnya masjid agar aktivitas bisa dilaksanakan secara maksimal tidak hanya pada bulan Ramadhan. Namun harus juga mengoptimalkan pemakmuran masjid yg sudah ada seperti masjid Al Hikmah Den Haag. Ketiga mengkader muslim Belanda utk menjadi tenaga-tenaga da? yg handal sehingga mereka bisa menjadi ujung tombak da?wah kepada warga asli Belanda. Keempat perlu memiliki imam tetap yg menjadi imam spiritual dan rujukan bagi masyarakat yg mampu memenej aktivitas da?wah dgn kriteria yg memenuhi syarat sehingga ada tenaga yg full dari segi waktu. Kriteria da? yg diperlukan adl memiliki wawasan yg luas kemampuan berkomunikasi yg baik mampu memenej kegiatan da?wah dan syukur-syukur bisa berbahasa Belanda. Dengan gambaran masa depan Islam yg cerah itu dukungan moral dari kaum muslimin di Tanah Air menjadi sesuatu yg sangat penting. Kalau Kristen masuk ke Indonesia melalui penjajahan maka Islam masuk ke negeri Belanda melalui pergaulan pekerjaan perdagangan pendidikan dan perkawinan. Inilah yg kita harapkan terus bisa dikembangkan apalagi dgn mendatangkan para da? yg memenuhi harapan bagi jamaah PPME. Oleh Drs. H. Ahmad Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

sumber file al_islam.chm