Perasaan mengharu biru meliputi dada tiap muslim tiap bertemu dgn bulan suci Ramadan bulan penuh berkah rahmat ampunan dan peningkatan amal saleh. Ramadhan kali ini pun patut kita syukuri krn Allah masih memberikan kesempatan kepada kita utk introspeksi memperbaiki diri dan tentunya memacu prestasi. Ramadan kali ini kita jadikan bulan muhasabah menghitung langkah yg telah dipacu dayung yg telah dikayuh serta menata ukiran prestasi yg telah diraih oleh kita baik sebagai peribadi maupun sebagai umat Islam. Mari sejenak kita layangkan ingatan pada Ramadhan yg lalu di saat kita bersantap sahur bersama keluarga nun jauh di sana saudara kita di Afghanistan dibombardir oleh carpet booming yg menelan korban ribuan jiwa penduduk tak berdosa. Konon kabarnya serangan Amerika tersebut utk memburu Usamah bin Laden dan utk mengganti pemerintahan Thaliban yg menurut mereka tidak “beradab”. Padahal apabila kita melihat lbh jauh tingkah dan polah Amerika selama ini jelas-jelas menunjukan sikap tidak beradab. Atau memang itulah parameter beradab dan peradaban yg tidak beradab yg dipakai oleh Amerika dalam memaksakan hegemoninya terhadap tiap bangsa yg tidak sesuai dgn selera rendah Amerika. Bila lbh jauh lagi kita mencoba menarik benang sejarah tiga tahun yg lalu tepatnya Ramadan 1999 juga terjadi pembantaian terhadap komunitas muslim di Maluku yg mencapai ratusan orang bahkan ada menyebutkan mencapai angka ribuan tanpa ada perlawanan krn pada waktu itu posisi umat Islam dalam keadaan terjepit serta tidak berada dalam kondisi siap berperang sebab mereka menganggap tidak ada niatan utk membunuh apalagi membersihkan suatu teritorial dari suadaranya sebangsa dari kalangan kristen krn memang tidak ada alasan utk itu. Konflik berdarah yg melibatklan sentimen agama ini pun sampai sekarang masih berlangsung. Rehebilitasi yg hendak dilakukan tidak bisa hanya sebatas rehabilitasi fisik saja sebab konflik berkepanjangan ini telah menorehkan luka sosial yg menganga lebar bensin dendam yg siap terbakar ketika pemantik api permusuhan muncul. Bila jarum sejarah itu diputar lbh jauh sepuluh tahun yg lalu pasca runtuhnya Yogaslavia negara Balkan terpecah tetapi di sana kita temui kegetiran yg lain ethnic muslim cleanshing dilakukan oleh serbia sebagai negara terhadap muslimin Bosnia Herzegovina dgn dukungan negara-negara Eropa krn landasan ideologi yg satu. Pembantaian keji tersebut terjadi dan ditonton oleh lembaga resmi Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa. Tak kurang para penyair Indonesia turut berpartisipasi dalam malam solidaritas pengumpulan bantuan dana bagi muslim Bosnia. Bahkan pemerintah pada waktu itu turut memberikan bantuan termasuk pendirian Masjid yg tahun ini diresmikan oleh Presiden Megawati Soekarno Putri . Ramadan kali ini juga kita menyaksikan ulah dan tingkah polah Amerika beserta sekutunya Australia Philipina dan Singapura mengobok-obok negeri tercinta ini. Sasarannya tidak lain mengadu domba pemerintah dgn umat Islam. Iming-iming carrot bagi pemerintah RI utk bersama Amerika membasmi teroris yg dalam terminologi Amerika cs berarti Islam merupaka buah simalakama tersendiri bagi pemerintah. Setelah satu tahun lbh pemerintah berada dalam kegamangan bom “nuklir” Bali memaksa pemerintah utk kembali bertekuk lutut di bawah bayang-bayang Amerika. Apalagi dgn ditundanya sidang CGI yg akan merekomendasikan pengucuran batuan bagi pemerintah semakin membuat pemerintah kita kelabakan. Bulan Ramadan ini kita jadikan sebagai renungan mendalam atas berbagai peristiwa yg terjadi di tanah air maupun di dunia Islam itu sendiri. Doa-doa yg kita panjatkan di bulan suci ini masihkah terhalang atau tertahan di langit krn ketidakseriusan kita dalam menjalankan perintah-Nya atau menjauhi larangan-Nya? Atau krn kita lalai dalam beramar makruf dan Nahyi munkar sehingga doa kita tertahan? Ataukah ditangguhkannya doa kita krn Allah memiliki rencana tersendiri bagi umat Islam? Menaikan derajat dan meninggikan martabat umat ini dgn ujian yg masih harus dijalani dgn sabar? Atau barangkali Allah hendak membersihkan perjuangan umat ini dan membersihkannya dari nifaq riya dan segala jenis penyakit hati lainnya? Seperti dalam firmannya “Dan supaya Allah mengetahui siapa orang yg benar-benar beriman dan Allah hendak memilih syuhada di antara kalian dan Allah tidak menyukai orang-orang yg zalim. Dan supaya Allah membersihkan orang-orang yg beriman dan menghancurkan orang-orang yg kafir.” . Wallahu a’lam. Tetapi yg jelas kita senantiasa berprasangka baik terhadap Allah dan senantiasa bermuhasabah. Selamat beribadah di bulan Ramadan semoga Allah berkenan menerima amal ibadah kita semua Amin. Marhaban ya Ramadan. Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

sumber file al_islam.chm