Kerja di Bank Ribawi, Haruskah Saya Berhenti?” ketegori
Muslim. Bapak Ustadz yth.Bagaimana hukumnya sebagai pegawai
perbankan konvensional yang telah saya geluti selama +/- 10 tahun
dan saya sangat tergantung dengan penghasilan di sini untuk nafkah
keluarga. Saya bekerja pada bidang transfer dan pembayaran , tidak
berhubungan dengan dana dan kredit . Mohon petunjuk lebih
lanjut

Wassalam,

Jamal Yonada

Jawaban Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh,

Masalah riba pada bank konvensional sesungguhnya tidak hanya
berkaitan dengan pegawai bank atau penulisnya, tetapi hal ini sudah
menyusup ke dalam sistem ekonomi kita dan semua kegiatan yang
berhubungan dengan keuangan, sehingga merupakan bencana umum
sebagaimana yang diperingatkan Rasulullah saw.:

Sungguh akan datang pada manusia suatu masa yang pada waktu itu
tidak tersisa seorangpun melainkan akan makan riba; barangsiapa
yang tidak memakannya maka ia akan terkena debunya.`

Kondisi seperti ini tidak dapat diubah dan diperbaiki hanya dengan
melarang seseorang bekerja di bank atau perusahaan yang
mempraktekkan riba. Tetapi kerusakan sistem ekonomi yang disebabkan
ulah golongan kapitalis ini hanya dapat diubah oleh sikap seluruh
bangsa dan masyarakat Islam. Perubahan itu tentu saja harus
diusahakan secara bertahap dan perlahan-lahan sehingga tidak
menimbulkan guncangan perekonomian yang dapat menimbulkan bencana
pada negara dan bangsa.

Islam sendiri tidak melarang umatnya untuk melakukan perubahan
secara bertahap dalam memecahkan setiap permasalahan yang pelik.
Cara ini pernah ditempuh Islam ketika mulai mengharamkan riba,
khamar, dan lainnya. Dalam hal ini yang terpenting adalah tekad dan
kemauan bersama, apabila tekad itu telah bulat maka jalan pun akan
terbuka lebar. Setiap muslim yang mempunyai kepedulian akan hal ini
hendaklah bekerja dengan hatinya, lisannya, dan segenap
kemampuannya melalui berbagaisarana yang tepat untuk mengembangkan
sistem perekonomian kita sendiri, sehingga sesuai dengan ajaran
Islam.

Sebagai contoh perbandingan, di dunia ini terdapat beberapa negara
yang tidak memberlakukan sistem riba, yaitu mereka yang berpaham
sosialis. Di sisi lain, apabila kita melarang semua muslim bekerja
di bank, maka dunia perbankan dan sejenisnya akan dikuasai oleh
orang-orang non muslim seperti Yahudi dan sebagainya. Pada
akhirnya, negara-negara Islam akan dikuasai mereka.

Terlepas dari semua itu, perlu juga diingat bahwa tidak semua
pekerjaan yang berhubungan dengan dunia perbankan tergolong riba.
Ada di antaranya yang halal dan baik, seperti kegiatan
perpialangan, penitipan dan sebagainya. Bahkan boleh dibilang
sebenarnya tidak terlalu banyaktransaksiyang termasuk haram.

Oleh karena itu, tidak mengapalah seorang muslim menerima pekerjaan
tersebut –meskipun hatinya tidak rela– dengan harapan tata
perekonomian akan mengalami perubahan menuju kondisi yang diridhai
agama dan hatinya. Hanya saja, dalam hal ini hendaklah ia
rnelaksanakan tugasnya dengan baik, hendaklah menunaikan kewajiban
terhadap dirinya dan kepada Allah beserta umatnya sambil menantikan
pahala atas kebaikan niatnya.

Sesungguhnya setiap orang memperoleh apa yang ia niatkan.

Selain itu para fuqaha sering mengenalkan kita istilah darurat.
Kondisi inilah yang mengharuskan Anda menerima pekerjaan tersebut
sebagai sarana mencari penghidupan dan rezeki, sebagaimana firman
Allah SWT:

Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa sedang ia tidak
menginginkannya dan tidak melampaui batas maka tidak ada dosa
baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.`

Dalil ini memberikan syarat darurat untuk membolehkan seseorang
memakan harta yang haram. Dan hal darurat itu harus disesuaikan
dengan kadarnya.

Bila Anda punya kesempatan besar untuk mendapatkan job lain yang
lebih bersih dan halal, tentu sebaiknya Anda segera pindah. Namun
bila Anda tidak terlalu mudah untuk mendapatkan job lain, janganlah
berhenti dulu. Sebab anak istri Anda di rumah wajib diberikan
nafkah oleh kepala keluarga. Kalau Anda berhenti kerja begitu saja,
sambil mengabaikan nafkah anak istri, tentu Anda jauh lebih
berdosa. Jadi sementara ini tetaplah dulu bekerja di sana, sambil
mencari dan menunggu kesempatan untuk berhenti.

wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Ahmad Sarwat, Lc.

Sumber Kerja di Bank Ribawi, Haruskah Saya Berhenti? :
http://www.salaf.web.id