Oleh Syaikh Abdul Aziz bin Baz. Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya: Saya seorang lelaki yg telah lama menikah dan mempunyai beberapa anak, dan saya bahagia dalam kehidupan berkeluarga, akan tetapi saya merasa sedang membutuhkan istri satu lagi, sebab saya ingin menjadi orang yg istiqomah, sedangkan istri satu bagi saya tdk cukup, krn saya mempunyai kemampuan melebihi kemampuan istri. Dan dari sisi lain, saya menginginkan istri yg mempunyai kriteria khusus yg tdk dimiliki oleh istri saya yg ada ; dan oleh krn saya tdk ingin terjerumus di dalam hal yg haram, sedangkan di dalam waktu yg sama saya mendpt kesulitan untuk menikah dgn perempuan lain krn masalah usyrah (hubungan keluarga) dan juga krn istri saya, saya mendptkan hal yg tdk mengenakkan darinya, ia menolak secara membabi buta kalau saya menikah lagi. Apa nasehat Syaikh kpd saya ? Apa pula nasehat Syaikh bagi istri saya agar ia menerima ? Apakah ia berhak menolak keinginan saya untuk menikah lagi, padahal saya akan selalu memberikan hak-hak secara utuh dan saya mempunyai kemampuan material alhamdulillah untuk menikah lagi ? Saya sangat berharap jawaban secara terperinci, krn masalah ini penting bagi kebanyakan orang. Jawaban: Jika realitas seperti apa yg anda sebutkan, maka boleh anda menikah lagi untuk yg kedua, ketiga dan keempat sesuai dgn kemampuan dan kebutuhan anda untuk menjaga kesucian kehormatan dan pandangan mata anda, jikalau anda memang mampu untuk berlaku adil, sebagai pengamalan atas firman Allah SWT Arti : Dan jika kamu takut tdk akan dpt berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilama kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yg kamu senangi, dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tdk akan dpt berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja [An-Nisa : 3] Rasulullah Shallallahu walaihi wa sallam bersabda. Arti : Wahai sekalian pemuda, barangsiapa di antara kamu yg mempunyai kesanggupan, maka menikahlah, krn menikah itu lebih menundukkan pandangan mata dan lebih memelihara kesucian farji ; dan barangsiapa yg tdk mampu, maka hendaklah berpuasa, krn puasa dpt menjadi benteng baginya [Muttafaq Alaih] Menikah lebih dari satu juga dpt menyebabkan banyak keturunan, sedangkan Syariat Islam menganjurkan memperbanyak anak keturunan, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Arti : Kawinilah wanita-wanita yg penuh kasih sayang lagi subur (banyak anak), krn sesungguh aku akan menyaingi umat-umat yg lain dgn bilangan kalian pada hari kiamat kelak [Riwayat Ahmad dan Ibnu Hibban] Yang dibenarkan agama bagi seorang istri ialah tdk menghalang-halangi suami menikah lagi dan bahkan mengizinkannya. Kepada pena hendak berlaku adil semaksimal mungkin dan melaksanakan apa yg menjadi kewajiban terhadap mereka berdua. Semua hal diatas ialah mrpk bentuk saling tolong menolong di dalam kebaikan dan ketaqwaan. Allah Subhanahu wa Taala telah berfirman. Arti : Dan saling tolong menolong kamu di dalam kebajikan dan taqwa [Al-Maidah : 2] Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda. Arti : Dan Allah akan menolong seorang hamba selagi ia suka menolong saudaranya [Riwayat Imam Muslim] Anda ialah saudara seiman bagi istri anda, dan istri anda ialah saudara seiman anda. Maka yg benar bagi anda berdua ialah saling tolong menolong di dalam kebaikan. Dalam sebuah hadits yg muttafaq alaih bersumber dari Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma bahwasa Nabi Shallallahu alaihi wa sallam telah bersabda. Arti : Barangsiapa yg menunaikan keperluan saudaranya, niscaya Allah menunaikan keperluannya. Akan tetapi keridhaan istri itu bukan syarat di dalam boleh atau tdk poligami (menikah lagi), namun keridhaan itu diperlukan agar hubungan di antara kamu berdua tetap baik. Semoga Allah memperbaiki keadaan semua pihak dan semoga Dia mencatat bagi kamu berdua kesudahan yg terpuji. Amin. [Fatwa Ibnu Baz : Majalah Al-Arabiyah, edisi 168] [Disalin dari. Kitab Al-Fatawa Asy-Syaryyah Fi Al-Masa Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, hal 428-430 Darul Haq] Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=768&bagian=0 Sumber Keridhaan Istri Tidak Menjadi Syarat Di Dalam Pernikahan Kedua : http://alsofwah.or.id