JALAN SALAF JAMINAN KEBENARAN

penulis Al-Ustadz Abu Usamah bin Rawiyah an Nawawi
Syariah Manhaji 29 - Juni - 2003 14:51:28

“Kembali kepada Al Qur’an dan As Sunnah” telah menjadi slogan umum. Namun memahami kedua dan mengamalkan kandungan agar sesuai dgn yg dimaukan Rasulullah  merupakan persoalan tersendiri. Kepada siapa kita harus merujuk?
Pada edisi sebelum telah dijelaskan siapakah yg dimaksud dgn Ahlus Sunnah wal Jama’ah dan manhaj yg mereka tempuh. Mereka bukanlah manusia khusus yg diciptakan oleh Allah utk membawa amanat syariat-Nya. Juga bukan malaikat yg diutus oleh Allah utk mengajarkan manusia tentang agama-Nya. Mereka adl kaum muslimin itu sendiri yg memahami agama dgn benar berdasarkan Al Qur’an dan As Sunnah di atas pemahaman salafus shalih .

Mereka adl umat terbaik yg diciptakan utk mendakwahkan kebenaran agama ini kepada seluruh umat. Mereka adl generasi terbaik umat ini dari kalangan shahabat tabi’in dan tabi’ut tabi’in serta orang2 yg mengikuti mereka di atas kebenaran. Mereka adl salafus shalih firqatun najiyah thaifah al manshurah ahlul hadits ahlul atsar dan mereka adl salafiyyun.

Mereka adl pilihan Allah dari segenap hamba-Nya yg akan menyuarakan kebenaran di mana saja dan kapan saja bagaimanapun besar tantangan dan rintangan yg dihadapi. Slogan mereka adl firman Allah:
“Kebenaran itu datang dari Rabbmu mk janganlah kamu sekali-kali termasuk orang2 yg ragu.”

Juga sabda Rasulullah : “Katakan yg benar walaupun pahit dan jangan kamu gentar cercaan orang yg mencerca.”

Dari sinilah nama salafus shalih diabadikan oleh sejarah. Ditulis dgn tinta emas terus dikenang serta menjadi rujukan generasi sesudahnya. Bukankah ini merupakan satu kemuliaan dari Allah krn apa yg telah mereka berikan utk agama-Nya? Dan krn apa yg mereka tempuh ketika Rasulullah  masih hidup dan setelah wafat beliau?

Jawaban adl ya. Mereka mendapatkan yg demikian ini krn mereka berjalan di atas jalan Rasul-Nya. Abu Bakar z khalifah pertama yg menggantikan Rasulullah  sebagai pemimpin umat ini telah mendapatkan jaminan masuk surga padahal ketika itu beliau masih hidup. Bukankah ini kemuliaan bagi beliau? Apakah manhaj Abu Bakar sesuai manhaj Rasulullah? Jawaban tentu ya.

Begitu juga Umar Utsman Ali dan para shahabat yg lain yg telah mendapatkan jaminan dari Rasulullah utk masuk surga padahal kaki-kaki mereka masih menapaki kehidupan. Merekalah yg juga disebutkan oleh Allah di dlm Al Qur’an: “Merekalah orang2 yg telah diberikan ni’mat oleh Allah dari kalangan para nabi orang2 yg jujur orang2 yg mati syahid dan orang2 shalih”.
Siapa lagi yg dimaksud dlm ayat ini setelah para nabi kalau bukan orang2 yg mengikuti mereka di atas manhaj Allah dari kalangan shahabat?

Mereka adl generasi yg berusaha utk mendapatkan dan mengambil warisan terbanyak dari Rasulullah . Duduk dan keluar dari majelis Rasulullah  dlm keadaan membawa kemurnian agama Islam yg malam seperti siang dan tdk ada seorangpun dari mereka yg menyimpang melainkan akan binasa seumur hidup jika tdk segera bertaubat kepada Allah.

Manhaj Salaf Cerminan Kemurnian Islam

Rentang waktu yg panjang sangat memungkinkan menyebabkan jauh umat dari kemurnian ajaran Islam. Apalagi umat ini terus berganti generasi demi generasi. Hal ini telah dirasakan dan disaksikan oleh orang2 yg diberikan bashirah oleh Allah. Banyak kita jumpai penampilan Islam yg berwarna-warni baik dari amalan ucapan dan keyakinan.

“Warna-warni” inilah yg sering menimbulkan friksi di antara sesama muslim hingga berujung pada pudar persatuan dan kesatuan umat Islam. Walhasil umat ini menjadi sangat lemah dan siap menjadi santapan musuh-musuhnya.

Muncul kelompok-kelompok di dlm Islam merupakan bukti konkrit ada perbedaan yg besar dan warna-warni penampilan Islam itu. Yang satu berpakaian serba merah dan mengangkat Islam sebagai simbol. Yang lain dgn warna hijau hitam kuning putih dan sebagainya. Masing-masing memiliki konsep prinsip jalan dan tujuan yg berbeda dgn yg lainnya. Bahkan krn perbedaan mendasar itu ada yg siap menumpahkan darah yg lainnya. Apakah demikian Islam itu? Lalu manakah yg benar? Dan manakah yg harus diikuti?

Yang demikian ini setelah berlalu masa risalah dan pergantian generasi demi generasi sangat terasa. Ironis Islam dlm pandangan kaum muslimin saat ini hanya sebatas “yang penting Islam” apapun aliran ajaran warna jalan bau dan sebagainya. Padahal justru dgn sebab ini hilanglah kemuliaan kewibawaan kejayaan dan kekuatan umat Islam. Serta menjadikan musuh-musuh Islam berani dan memiliki kewibawaan di mata kaum muslimin.

Kemurnian dan kesempurnaan Islam itu pun kian jauh panggang dari api. Yang satu ingin menambah dan yg lain ingin mengurangi bahkan mempretelinya. Ha dgn mencari sumber kemurnian kepada orang yg telah dinobatkan oleh Allah sebagai penelusur jejak Rasulullah  -para shahabat tabi’in dan tabi’ut tabi’in- saja niscaya kemurnian Islam itu akan diperoleh.

Manhaj Salaf adl Ridha Cinta dan Ampunan Allah

Selain sebagai cermin kemurnian Islam manhaj salaf juga merupakan perwujudan ridha Allah cinta dan ampunan-Nya. Allah berfirman tentang mereka yg berjalan di atas manhaj salaf ini:
“orang2 yg terdahulu lagi yg pertama-tama di antara orang2 Muhajirin dan Anshar dan orang2 yg mengikuti mereka dgn baik Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yg mengalir sungai-sungai di dalamnya. Mereka kekal di dlm selama-lamanya. Itulah kemenangan yg besar.”

As Sa’dy1 dlm tafsir ayat ini mengatakan mereka adl orang2 yg lbh dahulu masuk Islam dan yg terlebih dahulu dlm keimanan hijrah jihad dan memperjuangkan agama Allah. Kaum Muhajirin adl orang2 yg dikeluarkan dari negeri mereka dan dipisahkan dari harta benda mereka semata-mata hanya mencari keutamaan dari Allah dan keridhaan-Nya. Mereka membela agama Allah dan Rasul-Nya dan mereka adl orang2 yg jujur.

Sementara kaum Anshar adl orang2 yg menetap di kota Madinah mencintai orang2 yg berhijrah. Mereka tdk dihinggapi perasaan berat hati atas apa-apa yg mereka infakkan kepada kaum Muhajirin serta mengutamakan kaum Muhajirin meskipun mereka membutuhkannya.
Merekalah kaum yg mendapatkan keselamatan dari cercaan dan mendapatkan pujian dan keutamaan dari Allah. Allah meridhai mereka dan mereka ridha kepada Allah. Allah mempersiapkan bagi mereka surga yg mengalir di bawah sungai-sungai dan kekal di dalamnya.

Allah  di dlm Al Qur’an berfirman:
“Katakanlah: ‘Jika kamu mencintai Allah ikutilah aku niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

As Sa’dy dlm tafsir mengatakan: “Ayat ini merupakan tolok ukur cinta seseorang kepada Allah dgn sebenar-benar cinta atau hanya pura-pura mengaku cinta. Tanda cinta kepada Allah  adl ittiba’ Rasulullah  yg Allah  telah menjadikan sikap ini dan segala apa yg diserukan sebagai jalan utk mendapatkan cinta dan ridha Allah  . Dan tdk akan didapati kecintaan dari Allah  ridha dan pahala-Nya melainkan dgn cara membenarkan apa yg dibawa Rasulullah  sebagaimana yg ada di dlm Al Qur’an dan As Sunnah dgn cara melaksanakan apa yg dikandung kedua dan menjauhi apa yg dilarangnya. mk barangsiapa melakukan hal ini sungguh ia telah dicintai oleh Allah  dibalas sebagaimana balasan terhadap kekasih Allah  diampuni dosa dan ditutupi segala aibnya. mk seakan-akan bagaimana hakekat mengikuti Rasulullah  dan bagaimana sifatnya.”

Simbol Kemenangan dan Kejayaan Umat

Meskipun Islam semakin kabur namun pewaris kemurnian Islam akan tetap ada sepanjang kehidupan manusia ini sampai hari kiamat. Mereka telah dipersiapkan oleh Allah  utk meneruskan perjuangan Rasulullah  dan generasi beliau yg terbaik. Merekalah yg akan terus menyuarakan kemurnian Islam. Dan bersama merekalah kemenangan dan kejayaannya. Itulah janji Allah  yg tdk bisa dipungkiri.

Merekalah yg disebut Rasulullah  sebagai generasi pejuang yg telah mengambil pedang perjuangan Rasulullah  yg diwariskan setelah wafat utk membabat gerakan-gerakan penjegalan terhadap syariat Allah  . Dan mereka pulalah yg dipersiapkan Allah  sebagai perisai dan benteng terhadap kebenaran dlm pertarungan antara yg hak dan batil. Allah  menjelaskan di dlm Al Qur’an:
“Sesungguh Kamilah yg menurunkan Al Qur’an dan sesungguh Kami benar-benar memeliharanya.”

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin di dlm kitab Syarah Aqidah Wasithiyyah hal. 25 mengatakan “Akan tetapi semua pujian bagi Allah semata. Tiadalah seseorang melakukan kebid’ahan melainkan Allah  membangkitkan -dengan ni’mat dan karunia-Nya- orang2 yg akan menjelaskan kebid’ahan tersebut dan yg akan melumatkan dgn kebenaran. Dan ini termasuk dari makna yg terkandung dlm firman Allah  . Dan ini merupakan wujud nyata penjagaan Allah terhadap “Ad Dzikr” dan ini juga merupakan tuntutan hikmah Allah  .”

Rasulullah  bersabda dlm hadits yg diriwayatkan Imam Al Bukhari dan Muslim dari shahabat Mua’wiyah dan Mughirah bin Syu’bah dan diriwayatkan Imam Muslim dari shahabat Tsauban Jabir bin Samurah Jabir bin Abdillah Sa’ad bin Abi Waqqash dan Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash radhiallahu ‘anhum:
“Terus menerus ada sekelompok kecil dari umatku memperjuangkan kebenaran. Tidak akan memudharatkan mereka orang2 yg berusaha menghinakan mereka sampai datang keputusan Allah dan mereka tetap dlm keadaan yg demikian itu.”

Siapakah yg dimaksud oleh Rasulullah “satu kelompok dari umat itu yg selalu memperjuangkan kebenaran dan selalu mendapatkan kemenangan?”
Imam Ahmad mengatakan: “ Kalau bukan ahli hadits yg dimaksud mk saya tdk mengetahui siapa mereka”.

Umar bin Hafsh bin Ghiyats mengatakan: “Aku telah mendengar ayahku ketika ditanyakan kepadanya: ‘Tidakkah kamu melihat ahlul hadits dan apa-apa yg mereka berada di atasnya?’ Dia menjawab: ‘Mereka adl sebaik-baik penduduk dunia’.”

Abu Bakar bin ‘Ayyash mengatakan “Aku berharap bahwa ahlul hadits adl sebaik-baik manusia.” .
Rasulullah  bersabda: “Tidak ada seorangpun dari nabi yg diutus sebelumku kepada suatu umat melainkan ada pada umat hawariyyun dan shahabat yg memegang sunnah dan yg mengikuti perintahnya.”

Rasulullah bersabda: “Sesungguh Allah akan membangkitkan pada tiap awal seratus tahun orang2 yg akan mengadakan pembaharuan terhadap agama umat ini.” .

Imam Ahmad bin Hanbal berkata sebagaimana dinukil Imam Dzahabi dlm kitab As Siar 10/46: “Sesungguh Allah akan membangkitkan pada umat di awal tiap seratus tahun orang2 yg akan mengajarkan mereka sunnah dan membungkam tiap kedustaan atas nama Rasulullah . mk tatkala kami melihat dan memeriksa ternyata pada awal seratus tahun pertama muncul Umar bin Abdul Aziz dan pada seratus tahun kedua Imam Syafi’i.”

Manhaj Salaf Manhaj yg Benar

Manhaj inilah yg mendapatkan pujian kebaikan dari lisan Rasulullah berikut dgn orang2 yg berjalan di atas sebagaimana sabda beliau:
“Sebaik-baik manusia adl generasiku kemudian orang2 setelah mereka dan kemudian orang2 setelah mereka.”

Maka para pengikut manhaj ini adl generasi terbaik yg diridhai oleh Allah. Di dlm kitab Manhajus Salaf Fit Ta’amul Ma’a Kutubi Ahlil Bida’i hal. 3 karya Abu Ibrahim Muhammad bin Muhammad bin Abdillah bin Mani’ dikatakan: “Pujian kebaikan menunjukkan kebenaran akidah mengikuti Rasulullah tak akan mencukupkan mereka.” Wallahu A’lam. 

Sumber Bacaan:
1. Al Qur’an
2. Riyadhus Shalihin
- Imam An Nawawi
3. Taisir Karimir Rahman - Syaikh As-Sa’dy
4. Syarah Aqidah Wasithiyyah - Syaikh Utsaimin
5. Silsilah Hadits Shahih - Syaikh Al Albani
6. Makanatu Ahlil Hadits - Syaikh Dr.Rabi’
7. Manhajus salaf Fitta’amul Ma’a kutubi Ahlil Bida’i - Muhammad bin Mani’

Sumber: www.asysyariah.com