“Istinja Dan Adab-Adab Buang Hajat 2/3″ ketegori Muslim.

Istinja Dan Adab-Adab Buang Hajat 2/3

Kategori Fiqih Ibadah

Selasa, 20 April 2004 08:25:08 WIB

ISTINJA DAN ADAB-ADAB BUANG HAJAT

Oleh
Syaikh Abdul Aziz Muhammad As-Salman
Bagian Kedua dari Tiga Tulisan [2/3]

Pertanyaan.
Bagaimana hukum berbicara ketika kondisi buang hajat dan apa dalilnya?

Jawaban.
Hukum ialah sangat makruh (dibenci) kalau tdk terpaksa atau tdk ada keperluan. Adapun dalil ialah riwayat dari Ibnu Umar Radhiyallahu à ¢Ã¢”š ¬Ã‹Å“anhu dia berkata.

à ¢Ã¢”š ¬Ã…”œArti : Bahwasa ada seorang laki-laki lewat ketika Rasulullah Shallallahu à ¢Ã¢”š ¬Ã‹Å“alaihi wa sallam sedang buang hajat kecil, lalu laki-laki itu memberi salam kpd Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam tetapi beliau tdk menjawab salam tersebutà ¢Ã¢”š ¬Ã‚ [Hadits Riwayat Muslim no.370, Abu Dawud no.16, Tirmidzi no. 2720. Nasaà ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢i no. 37 dan Ibnu Majah no. 353]

Dan riwayat dari Abu Saà ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢id Al-Khudri Radhiyallahu à ¢Ã¢”š ¬Ã‹Å“anhu berkata, à ¢Ã¢”š ¬Ã…”œAku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu à ¢Ã¢”š ¬Ã‹Å“alaihi wa sallam bersabda.

à ¢Ã¢”š ¬Ã…”œArti : Tidaklah dua orang laki-laki keluar bersama untuk buang hajat lalu mereka membuka aurat mereka dan bercakap-cakap, maka sungguh Allah murka atas hal ituà ¢Ã¢”š ¬Ã‚ [Hadits Riwayat Ahmad II/36, Abu Dawud 15, dan kami belum menukan di Sunnan Ibnu Majah]

Pertanyaan.
Bagaimana hukum masuk WC dgn membawa sesuatu yg pada tertulis nama Allah dan apa dalilnya?

Jawaban.
Hukum ialah makruh kecuali krn ada hajat. Adapun mushhaf (Al-Qurà ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢an) ialah haram kecuali dalam keadaan terpaksa berdasarkan hadits riwayat dari Anas Radhiyallahu à ¢Ã¢”š ¬Ã‹Å“anhu, beliau berkata.

à ¢Ã¢”š ¬Ã…”œArti : Adalah Rasulullah Shallallahu à ¢Ã¢”š ¬Ã‹Å“alaihi wa sallam apabila akan masuk WC beliau melepas cincinnyaà ¢Ã¢”š ¬Ã‚ [Hadits Riwayat Tirmidzi 1746, Nasaà ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢i 5213, Abu Dawud 19 dan Ibnu Majah 303, dan telah dishahihkan oleh Tirmidzi]

Dan telah shahih bahwa pada cincin beliau Shallallahu à ¢Ã¢”š ¬Ã‹Å“alaihi wa sallam terpahat kalimat Muhammad Rasulullah.

Pertanyaan.
Bagaimana hukum memegang kemaluan dgn tangan kanan dan sebutkan dalil ?

Jawaban.
Hukum makruh kecuali terpaksa atau krn suatu hajat. Dalil ialah hadits marfuà ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢ dari Abu Qatadah Radhiyallahu à ¢Ã¢”š ¬Ã‹Å“anhu.

à ¢Ã¢”š ¬Ã…”œArti : Janganlah salah seorang dari kamu memegang kemaluan dgn tangan kanan ketika kencing dan janganlah cebok dgn tangan kanannyaà ¢Ã¢”š ¬Ã‚ [Hadits Riwayat Bukhari 152 dan Muslim 267]

Dan Muslim meriwayatkan dari Salman Radhiyallahu à ¢Ã¢”š ¬Ã‹Å“anhu, beliau berkata.

à ¢Ã¢”š ¬Ã…”œArti : Sesungguh Rasulullah Shallallahu à ¢Ã¢”š ¬Ã‹Å“alaihi wa sallam telah melarang kita menghadap kiblat ketika buang hajat besar atau buang hajat kecil, beristinja (cebok) dgn tangan kanan, beristinja dgn batu yg kurang dari tiga, atau beristinja dgn kotoran binatang (walaupun sudah kering dan bisa meresap) atau tulangà ¢Ã¢”š ¬Ã‚ [Muslim no. 262]

Pertanyaan.
Jelaskan hukum bertabir (berlindung) dan menjauh ke tempat yg sunyi bagi orang yg hendak buang hajat dan sertakan dalil !

Jawaban.
Hukum ialah mustahab (sunnah), sedang dalil ialah hadits dari Jabir Radhiyallahu à ¢Ã¢”š ¬Ã‹Å“anhu, dia berkata.

à ¢Ã¢”š ¬Ã…”œArti : Kami keluar dalam satu safar bersama Rasulullah Shallallahu à ¢Ã¢”š ¬Ã‹Å“alaihi wa sallam. Beliau tdk buang hajat kecuali bersembunyi dan tdk terlihatà ¢Ã¢”š ¬Ã‚ [Hadits Riwayat Ibnu Majah no 335]

Dan dari Abdullah bin Jaà ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢far Radhiyallahu à ¢Ã¢”š ¬Ã‹Å“anhu berkata.

à ¢Ã¢”š ¬Ã…”œArti : Sesuatu yg paling disukai oleh Rasulullah Shallallahu à ¢Ã¢”š ¬Ã‹Å“alaihi wa sallam untuk dipakai bertabir (berlindung) ketika buang hajat ialah (di balik) bukit/gundukan tanah yg tinggi dan pelepah kormaà ¢Ã¢”š ¬Ã‚ [Hadits Riwayat Muslim 342, Ahmad I/204, dan Ibnu Majah 340]

[Disalin dari kitab Al-Asà ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢ilah wa Ajwibah Al-Fiqhiyyah Al-Maqrunah bi Al-Adillah Asy-Syarà ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢iyyah jilid I, Disalin ulang dari Majalah Fatawa 03/I/Dzulqaà ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢adah 1423H -2002M]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=645&bagian=0

Sumber Istinja Dan Adab-Adab Buang Hajat 2/3 : http://alsofwah.or.id