Ingkar Kepada Ni’mat Allah” ketegori Muslim. Ingkar Kepada Ni’mat Allah

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Firman Allah Ta’ala :

“Mereka mengetahui ni’mat Allah, kemudian mereka mengingkarinya…”

Dalam menafsiri ayat di atas, Mujahid berkata bahwa maksudnya adalah kata-kata seseorang: “Ini adalah harta kekayaan yang aku warisi dari nenek moyangku.”

‘Aun bin ‘Abdullah mengatakan: “Yakni kata mereka: ‘Kalau bukan karena Fulan, tentu tidak akan menjadi begini’.”

Menurut tafsiran Ibnu Qutaibah: “Mereka itu mengatakan: ‘Adalah berkat syafa’at sesembahan-sesembahan kita’.”

Abu Al-’Abbas setelah mengupas hadits yang diriwayatkan dari Zaid bin Khalid yang isinya bahwa Allah Ta’ala berfirman: “Pagi ini, diantara hamba-hamba-Ku ada yang beriman kepada-Ku dan ada pula yang kafir…” dst. Sebagaimana telah disebutkan bab sebelumnya- ia mengatakan:

“Hal ini banyak terdapat dalam Al-Qur’an maupun Sunnah, Allah Ta’ala mencela orang yang berbuat syirik kepada-Nya dengan menisbatkan ni’mat-Nya kepada selain-Nya. Di antara kaum Salaf ada yang mengatakan: “Yaitu: seperti kata mereka: Anginnya enak, nahkodanya tangkas dan sebagainya, yang sering keluar dari ucapan orang banyak.”.”

Kandungan tulisan ini:

  • Tafsiran: “Mengetahui ni’mat Allah, tetapi kemudian mengingkarinya.”

  • Perbuatan tersebut sering terjadi dalam ucapan orang banyak, .
  • Ucapan seperti ini disebut sebagai mengingkari ni’mat Allah.
  • Bahwa dua hal yang bertentangan ini , bisa terjadi dalam diri manusia. Dikutip dari buku: “Kitab Tauhid” karangan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Penerbit: Kantor Kerjasama Da’wah dan Bimbingan Islam, Riyadh 1418 H.

    Sumber Ingkar Kepada Ni’mat Allah : http://www.salaf.web.id