Hukum Pewarna Kuku Buat Wanita” ketegori Muslim.
Assalamualaikum,Ustazd yang dirahmati Allah, Apa hukumnya memakai
cat kuku atau yang biasa disebut pitek bagi wanita? Apakah ada
dalil yang melarangnya? Sekian terima kasih.

Wassalam,

Muhammad Nasir

Jawaban Assalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

Pewarna kuku adalah bagian dari perhiasan wanita. Dengan ini para
wania berhias dan berharap untuk bisa tampil lebih cantik dan
menarik. Hasrat untuk tampil cantik dan menarik merupakan fitrah
bagi wanita. Karena Allah SWT memang telah menjadikan mereka suka
keindahan dan kecantikan.

Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang
diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari
jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah
ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah
tempat kembali yang baik.

Apabila kecantikan dan dandanannya itu disalurkan sesuai dengan apa
yang dihalalkan oleh Allah SWT, maka semua itu justru akan menjadi
ibadah dan pendekatan diri kepada Allah SWT. Misalnya bila seorang
wanita berusaha tampil cantik dan menarik di depan suaminya dengan
aneka make-up termasuk salah satunya memakai pewarna kuku, sehingga
dengan itu suaminya menjadi tertarik dan senang kepadanya, maka
bagi wanita itu ada pahala dan ganjaran dari Allah SWT.

Sebaliknya bila kecantikan dan dandanannya itu digunakan untuk
menjerat laki-laki lain yang bukan mahramnya sehingga menimbulkan
zina mata dan terbangkitnya nafsu syhwt (**) nya, maka bagi wanita
itu ada dosa dan ancaman siksa di neraka.

Jadi hukum memakai pewarna kuku itu bisa menjadi ibadah sunnah
sekaligus bisa juga menjadi dosa. Tergantung niat atau tujuan
pemakainnya dan juga praktek dari niatnya itu.

Sedangkan dari sisi wudhu’, umumnya pewarna kuku merupakan
zat pewarna yang membentuk lapisan kedap air. Sehingga air tidak
bisa membasahi kuku-kukunya ketika berwudhu’. Sehingga bila
dia berwudhu; dalam keadaan memakain kutek, jelaslah bahwa
wudhu’nya itu tidak syah, karena di antara anggota tubuh yang
harus dibasuh adalah kedua tangan hingga siku.

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan
shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan
sapulah kepalamu dan kakimu sampai dengan kedua mata kaki,
…..

Tidak terbasahinya kuku seorang wanita mengakibatkan
wudhu’nya tidak syah. Padahal syarat syahnya shalat itu
adalah berwudhu atau suci dari hadats. Dengan demikian, maka tanpa
wudhu’ yang syah, shalatnya pun tidak syah juga.

Untuk itu bila ingin memakainya, pastikan bahwa seorang wanita itu
sudah berwuhdu’ sebelumnya dan dia bisa menahan segala hal
yang membatalkan wudhu’. Dalam keadaan itu, dia boleh
melakukan shalat dan shalatnya syah. Tapi bila batal
wudhu’nya, tentu saja dia harus berwudhu’ lagi dan
untuk itu dia harus menghapus dahulu kuteknya agar wudhu’nya
syah.

Wallahu A`lam Bish-shawab, Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa
Barakatuh. Ahmad Sarwat, Lc.

Sumber Hukum Pewarna Kuku Buat Wanita :
http://www.salaf.web.id