"Hukum Mengisi Bulan Ramadhan Dengan Begadang, Berjalan-Jalan Di Pasar Dan Tidur" ketegori Muslim.

Hukum Mengisi Bulan Ramadhan Dengan Begadang, Berjalan-Jalan Di Pasar Dan Tidur

Kategori Puasa - Fiqih Puasa

Selasa, 2 Nopember 2004 01:34:06 WIB

HUKUM MENGISI BULAN RAMADHAN DENGAN BEGADANG, BERJALAN-JALAN DI PASAR DAN TIDUR

Oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Baaz

Pertanyaan
Syaikh Abdul Aziz bin Baaz dita : Wanita Muslimah zaman sekarang banyak meghabiskan bulan Ramadhan dgn begadang di depan televisi atau vidio atau siaran dari parabola atau berjalan di pasar-pasar dan tidur, apa saran Anda kpd wanita Muslimah ini ?

Jawaban
Yang disyari'atkan bagi kaum Musimin baik pria mupun wanita ialah menghormati bulan Ramadhan, dgn menyibukkan diri pada peruntukan-peruntukan ketaatan serta menjauhi peruntukan-peruntukan maksiat dan pekerjaan buruk lain di setiap waktu, lebih-lebih lagi di bulan Ramadhan krn kemuliaan Ramadhan. Begadang untuk menonton film atau sinetron yg ditaygkan televisi atau video atau lewat parabola atau mendengarkan musik dan lagu, semua peruntukan itu ialah haram dan mrpk peruntukan maksiat, baik di bulan Ramadhan ataupun bukan. Dan jika peruntukan itu dilakukan di bulan Ramadhan maka dosa akan lebih besar.

Kemudian jika begadang yg diharamkan ini ditambah lagi dgn melalaikan kewajiban dan meninggalkan shalat krn tidur di siang hari, maka ini ialah peruntukan maksiat lainnya. Begitulah watak peruntukan maksiat, saling dukung mendukung, jika suatu peruntukan maksiat dilakukan maka akan menimbulkan peruntukan maksiat lainnya, begitu seterusnya.

Haram hukum wanita pergi ke pasar-pasar kecuali untuk keperluan yg mendesak. Keluar wanita hrs sebatas keperluan dgn syarat ia hrs menutup aurat serta menjauhkan diri dari bercampur dgn kaum pria atau berbicara dgn mereka kecuali sebatas keperluan hingga tdk menimbulkan fitnah. Dan hendak ia jangan terlalu lama keluar rumah hingga melalaikan shalat krn keburu tidur ketika sampai di rumah, atau menyia-nyiakan hak-hak suami dan anak-anaknya.

[Majmu 'Fatawa wa Maqalat Mutanawwi'ah, Syaikh Ibnu Baaz]

FAKTOR-FAKTOR YANG MENDUKUNG WANITA DI BULAN RAMADHAN

Oleh
Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan

Pertanyaan
Syaikh Shalih Al-Fauzan dita : Apakah faktor-faktor yg mendukung wanita untuk mencapai ketaatan kpd Allah di bulan Ramadhan ?

Jawaban
Faktor-Faktor yg mendukung seorang Muslim, baik pria maupun wanita untuk melakukan ketaatan di bulan Ramadhan ialah :

[1]. Takut kpd Allah yg disertai keyakinan bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa mengawasi hamba-Nya dalam seluruh peruntukannya, ucapan dan niatnya, dan bahwa semua peruntukan itu akan mendpt balasan. Jika seorang Muslim telah memiliki perasaan ini maka ia akan menyibukkan diri dgn segala macam ketaatan kpd Allah dan bersegera untuk bertaubat dari segala macam maksiat.

[2]. Memperbanyak dzikir kpd Allah Subhanahu wa Ta'ala dan membaca Al-Qur'an, krn dgn demikian hati akan menjadi lunak, Allah berfirman : "Arti : (yaitu) orang-orang yg beriman dan hati mereka menjadi tenteram dgn mengingat Allah. Ingatlah, ha dgn mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram" [Ar-ra'd : 28]. Dan firman-Nya juga : " Arti : Sesungguh orang-orang yg beriman itu ialah mereka yg apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka" [Al-Anfaal : 2]

[3]. Menghindari peruntukan-peruntukan yg menyebabkan hati menjadi keras dan menjauhkan diri dari Allah Subhanahu wa Ta'ala, yaitu seluruh peruntukan maksiat, bergaul dgn orang-orang jahat, memakan yg haram, lalai dalam mengingat Allah dan menyaksikan film-film yg rusak.

[4]. Hendak wanita tetap tinggal di dalam rumah dan tdk keluar dari rumah kecuali untuk suatu kebutuhan dgn segera kembali ke rumah jika keperluan telah terpenuhi.

[5]. Tidur pada malam hari, krn hal yg demikian itu akan membantu untuk bisa bangun lebih cepat di penghujung malam, dan mengurangi tidur di siang hari sehingga dpt melakukan shalat lima waktu tepat pada waktu serta dpt memanfaatkan waktu untuk ketaatan.

[6]. Menjaga lidah dari ghibah (menggunjing atau membicarakan aib orang lain), mengadu domba (menebarkan provokasi), berdusta dan mengumbar perkataan haram lain sebagai pengganti hendak ia menyibukkan diri dgn berdzikir.

[Kitab Al-Muntaqa min Fatawa Asy-Syaikh Al-Fauzan]

APA HUKUM BERBICARA DENGAN SEORANG WANITA ATAU MENYENTUH TANGANNYA DI SIANG HARI RAMADHAN

Oleh
Al-Lajnah Ad-Da'imah Lil Ifta

Pertanyaan
Al-Lajnah Ad-Da'imah Lil Ifta dita : Apa hukum berbicara dgn seorang wanita atau menyentuh tangan di siang hari Ramadhan bagi orang yg berpuasa, sebab di sebagian tempat perbelanjaan sering terjadi yg seperti ini ?

Jawaban
Jika pembicaraan antara pria dan wanita itu tdk disertai dgn rayuan dan tdk bertujuan untuk bersenang-senang melalui obrolan, melainkan ha sebagai transaksi dalam jual beli atau sekadar berta tentang arah jalan atau hal serupa lainnya, dan juga menyentuh tangan tanpa unsur kesengajaan, maka hal ini diperbolehkan di bulan Ramadhan.

Akan tetapi jika permbicaraan itu untuk bersenang-senang dgn cara mengobrol dgn wanita itu, maka hal ini tdk boleh dilakukan, baik di bulan Ramadhan maupun selain bulan Ramadhan, dan di bulan Ramadhan lebih dilarang lagi.

[Fatawa Ash-Shiyam, halaman 29-30]

[Disalin dari buku Al-Fatawa Al-Jami'ah Lil Mar'atil Muslimah, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita 1, penyusun Amin bin Yahya Al-Wazan, terbitan Darul Haq, Penerjemah Amir Hamzah Fakhrudin]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1165&bagian=0

Sumber Hukum Mengisi Bulan Ramadhan Dengan Begadang, Berjalan-Jalan Di Pasar Dan Tidur : http://alsofwah.or.id