Syaikh Dr. Sholih bin Abdullah bin Fauzan Al-FauzanSoal :“
Apakah hukumnya bagi wanita yg mengenakan pakaian tipis yg tidak
menutup badannya dan pakaian sempit yg menampakkan bentuk tubuhnya
? “Jawab :Pakaian seorang wanita yg harus tebal dan tidak
menampakkan warna kulitnya {tidak transparan} dan tidak pula sempit
yg menampakkan potongan tubuhnya berdasarkan hadits Nabi
sholalllahu ‘alahi wa sallam : “Ada dua golongan ahli
neraka dari umatku yang aku belum melihat mereka sebelumnya {yakni
krn belum terjadi pada zaman Rosulullah sholalllahu ‘alaihi
wa sallm ed.} : . “Para wanita yg berpakaian tetapi tak
mengenakan busana mereka miring dan mengajak orang lain miring {
yakni mengajak para wanita lainnya agar sesat dan condong pada
penyelewengan seperti dirinya ed.}. Kepala-kepala mereka seperti
punuk unta yang miring {karena adanya hiasan di rambut kepala
mereka seperti sanggul pita dan berbagai perhiasan lainnya tanpa
menutupnya dgn jilbab-jilbab mereka ed.}. Mereka tidak akan masuk
surga bahkan mereka tidak akan mendapati bau harumnya surga padahal
baunya dapat tercium dari jarak sekian dan sekian. “
Pengertian : “Wanita yg berpakaian tetapi tak mengenakan
busana” yaitu wanita yg mengenakan pakaian namun tidak
menutup tubuhnya {yakni tidak menutupinya dgn sempurna sehinggga
nmasih nampak sebagian anggoata tubuhnya yg mestinya wajib di
tutupi ed.}. Ia berpakaian tetapi pada hakekatnya tetap tak
mengenakan busana seperti mengenakan pakaian tipis yg menampakkan
warna kulitnya seperti lengannya dan lain-lainnya.Sesungguhnya
pakaian wanita itu adalahyang menutupi tubuhnya yg tebal dan lebar
sehingga tidak tampak bentuk tubuhnya dan fostur badannya. Wallahu
a’lam.Maroji’ :Di jawab oleh Syaikh Dr. Sholih bin
Abdullah bin Fauzan Al-Fauzan dalam At-Tanbihaat hal. 23.BULETIN
DAKWAH AT-TASHFIYYAH SurabayaEdisi : 17 / Robi’uts Tsani /
1425 sumber : file chm Darus Salaf 2