"Hadits-Hadits Dhaif Yang Tersebar Seputar Bulan Ramadhan" ketegori Muslim.

Hadits-Hadits Dhaif Yang Tersebar Seputar Bulan Ramadhan

Kategori Puasa

Minggu, 31 Oktober 2004 08:36:01 WIB

HADITS-HADITS DHAIF YANG TERSEBAR SEPUTAR BULAN RAMADHAN

Oleh
Syaikh Salim bin 'Ied Al-Hilaaly
Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid

Kami menilai perlu dibawakan pasal ini pada kitab kami, krn ada sesuatu yg teramat penting yg tdk diragukan lagi sebagai peringatan bagi manusia, dan sebagai penegasan terhadap kebenaran, maka kami katakan :

Sesungguh Allah Ta'ala telah menetapkan sunnah Nabi secara adil, (untuk) memusnahkan penyimpangan orang-orang sesat dari sunnah, dan mematahkan ta'wilan para pendusta dari sunnah dan menyingkap kepalsuan para pemalsu sunnah.

Sejak bertahun-tahun sunnah telah tercampur dgn hadits-hadits yg dhaif, dusta, diada-adakan atau lainnya. Hal ini telah diterangkan oleh para imam terdahulu dan ulama salaf dgn penjelasan dan keterangan yg sempurna.

Orang yg melihat dunia para penulis dan para pemberi nasehat akan melihat bahwa mereka -kecuali yg diberi rahmat oleh Allah- tdk memperdulikan masalah yg mulia ini walau sedikit perhatianpun walaupun banyak sumber ilmu yg memuat keterangan shahih dan menyingkap yg bathil.

Maksud kami bukan membahas dgn detail masalah ini, serta pengaruh yg akan terjadi pada ilmu dan manusia, tapi akan kita cukupkan sebagian contoh yg baru masuk dan masyhur dikalangan manusia dgn sangat masyhurnya, hingga tdklah engkau membaca makalah atau mendengar nasehat kecuali hadits-hadits ini -sangat disesalkan- menduduki kedudukan tinggi. (Ini semua) sebagai pengamalan hadits : "Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat …" [Riwayat Bukhari 6/361], dan sabda beliau : "Agama itu nasehat" [Riwayat Muslim no. 55]

Maka kami katakan wabillahi taufik :

Sesungguh hadits-hadits yg tersebar di masyarakat banyak sekali, hingga mereka hampir tdk pernah menyebutkan hadits shahih -walau banyak-yg bisa menghentikan mereka dari menyebut hadits dhaif.

Semoga Allah merahmati Al-Imam Abdullah bin Mubarak yg mengatakan : "(Menyebutkan) hadits shahih itu menyibukkan (diri) dari yg dhaifnya".

Jadikanlah Imam ini sebagai suri tauladan kita, jadikanlah ilmu shahih yg telah tersaring sebagai jalan (hidup kita).

Dan (yg termasuk) dari hadits-hadits yg tersebar digunakan (sebagai dalil) di kalangan manusia di bulan Ramadhan, diantaranya.

Pertama.

"Arti : Kalaulah seandai kaum muslimin tahu apa yg ada di dalam Ramadhan, niscaya umatku akan berangan-angan agar satu tahun Ramadhan seluruhnya. Sesungguh surga dihiasi untuk Ramadhan dari awal tahun kpd tahun berikut …." Hingga akhir hadits ini.

Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (no.886) dan Ibnul Jauzi di dalam Kitabul Maudhuat (2/188-189) dan Abu Ya'la di dalam Musnad- sebagaimana pada Al-Muthalibul 'Aaliyah (Bab/A-B/tulisan tangan) dari jalan Jabir bin Burdah dari Abu Mas'ud al-Ghifari.

Hadits ini maudhu' (palsu), penyakit pada Jabir bin Ayyub, biografi ada pada Ibnu Hajar di dalam Lisanul Mizan (2/101) dan beliau berkata : "Mashur dgn kelemahannya". Juga dinukilkan perkataan Abu Nua'im, " Dia suka memalsukan hadits", dan dari Bukhari, berkata, "Mungkarul hadits" dan dari An-Nasa'i, "Matruk" (ditinggalkan) haditsnya".

Ibnul Jauzi menghukumi hadits ini sebagai hadits palsu, dan Ibnu Khuzaimah berkata serta meriwayatkannya, "Jika hadits shahih, krn dalam hatiku ada keraguan pada Jarir bin Ayyub Al-Bajali".

Kedua.

"Arti :Wahai manusia, sungguh bulan yg agung telah datang (menaungi) kalian, bulan yg di dalam terdpt suatu malam yg lebih baik dari seribu bulan, Allah menjadikan puasa (pada bulan itu) sebagai satu kewajiban dan menjadikan shalat malam sebagai amalan sunnah. Barangsiapa yg mendekatkan diri pada bulan tersebut dgn (mengharapkan) suatu kebaikan, maka sama (nilainya) dgn menunaikan perkara yg wajib pada bulan yg lain …. Inilah bulan yg awal ialah rahmat, pertengahan ampunan dan akhir ialah mrpk pembebasan dari api neraka …." sampai selesai.

Hadits ini juga panjang, kami cukupkan dgn membawakan perkataan ulama yg paling masyhur. Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (1887) dan Al-Muhamili di dalam Amali (293) dan Al-Asbahani dalam At-Targhib (q/178, b/tulisan tangan) dari jalan Ali bin Zaid Jad'an dari Sa'id bin Al-Musayyib dari Salman.

Hadits ini sanad Dhaif, krn lemah Ali bin Zaid, berkata Ibnu Sa'ad, Di dalam ada kelemahan dan jangang berhujjah dgnnya, berkata Imam Ahmad bin Hanbal, Tidak kuat, berkata Ibnu Ma'in. Dha'if berkata Ibnu Abi Khaitsamah, Lemah di segala penjuru, dan berkata Ibnu Khuzaimah, Jangan berhujjah dgn hadits ini, krn jelek hafalannya. Demikian di dalam Tahdzibut Tahdzib [7/322-323].

Dan Ibnu Khuzaimah berkata setelah meriwayatkan hadits ini, Jika benar kabarnya. berkata Ibnu Hajar di dalam Al-Athraf, Sumber pada Ali bin Zaid bin Jad'an, dan dia lemah, sebagaimana hal ini dinukilkan oleh Imam As-Suyuthi di dalam Jami'ul Jawami (no. 23714 -tertib urutannya).

Dan Ibnu Abi Hatim menukilkan dari bapak di dalam Illalul Hadits (I/249), hadits yg Mungkar

Ketiga.

"Arti : Berpuasalah, niscaya kalian akan sehat"

Hadits tersebut mrpk potongan dari hadits riwayat Ibnu Adi di dalam Al-Kamil (7/2521) dari jalan Nahsyal bin Sa'id, dari Ad-Dhahak dari Ibu Abbas. Nashsyal (termasuk) yg ditinggal (krn) dia pendusta dan Ad-Dhahhak tdk mendengar dari Ibnu Abbas.

Diriwayatkan oleh At-Thabrani di dalam Al-Ausath (1/q 69/Al-Majma'ul Bahrain) dan Abu Nu'aim di dalam At-Thibun Nabawiy dari jalan Muhammad bin Sulaiman bin Abi Dawud, dari Zuhair bin Muhammad, dari Suhail bin Abi Shalih dari Abu Hurairah.

Dan sanad hadits ini lemah. Berkata Abu Bakar Al-Atsram, "Aku mendengar Imam Ahmad -dan beliau menyebutkan riwayat orang-orang Syam dari Zuhair bin Muhammad- berkata, "Mereka meriwayatkan dari (Zuhair,-pent) beberapa hadits mereka (orang-orang Syam, -pent) yg dhoif itu". Ibnu Abi Hatim berkata, "Hafalan jelek dan hadits dia dari Syam lebih mungkar daripada hadits (yg berasal) dari Irak, krn jelek hafalan dia". Al-Ajalaiy berkata. "Hadits ini tdk memuntukku kagum", demikianlah yg terdpt pada Tahdzibul Kamal (9/417).

Aku katakan : Dan Muhammad bin Sulaiman Syaami, biografi (disebutkan) pada Tarikh Damasqus (15/q 386-tulisan tangan) maka riwayat dari Zuhair sebagaimana di naskhan oleh para Imam ialah mungkar, dan hadits ini darinya.

Keempat

"Arti : Barangsiapa yg berbuka puasa satu hari pada bulan Ramadhan tanpa ada sebab dan tdk pula krn sakit maka puasa satu tahun pun tdk akan dpt mencukupi walaupun ia berpuasa pada satu tahun penuh"
Hadits ini diriwayatkan Bukhari dgn mu'allaq dalam shahih- (4/160-Fathul Bari) tanpa sanad.

Ibnu Khuzaimah telah memalukan hadits tersebut di dalam Shahih- (19870), At-Tirmidzi (723), Abu Dawud (2397), Ibnu Majah (1672) dan Nasa'i di dalam Al-Kubra sebagaimana pada Tuhfatul Asyraaf (10/373), Baihaqi (4/228) dan Ibnu Hajjar dalam Taghliqut Ta'liq (3/170) dari jalan Abil Muthawwas dari bapak dari Abu Hurairah.

Ibnu Hajar berkata dalam Fathul Bari (4/161) : "Dalam hadits ini ada perselisihan tentang Hubaib bin Abi Tsabit dgn perselisihan yg banyak, hingga kesimpulan ada tiga penyakit : idhthirah (goncang), tdk diketahui keadaan Abil Muthawwas dan diragukan pendengaran bapak beliau dari Abu Hurairah".

Ibnu Khuzaimah berkata setelah meriwayatkan :Jika khabar shahih, krn aku tdk mengenal Abil Muthawwas dan tdk pula bapaknya, hingga hadits ini dhaif juga:.

Wa ba'du : Inilah empat hadits yg didhaifkan oleh para ulama dan di lemahkan oleh para Imam, namun walaupun demikian kita (sering) mendengar dan membaca pada hari-hari di bulan Ramadhan yg diberkahi khusus dan selain pada bulan itu pada umumnya.

Tidak menutup kemungkinan bahwa sebagian hadits-hadits ini memiliki makna-makna yg benar, yg sesuai dgn syari'at kita yg lurus baik dari Al-Qur'an maupun Sunnah, akan tetapi (hadits-hadits ini) sendiri tdk boleh kita sandarkan kpd Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, dan terlebih lagi -segala puji ha bagi Allah- umat ini telah Allah khususkan dgn sanad dibandingkan dgn umat-umat yg lain. Dengan sanad dpt diketahui mana hadits yg dpt diterima dan mana yg hrs ditolak, membedakan yg shahih dari yg jelek. Ilmu sanad ialah ilmu yg paling rumit, telah benar dan baik orang yg menamai : "Ucapan yg dinukil dan neraca pembenaran khabar".

[Disalin dari Kitab Sifat Shaum Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan, edisi Indonesia Sipat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid, terbitan Pustaka Al-Haura, penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1159&bagian=0

Sumber Hadits-Hadits Dhaif Yang Tersebar Seputar Bulan Ramadhan : http://alsofwah.or.id