Menurut Gordon B. Davis, informasi
adalah
data yang telah diolah menjadi suatu bentuk
yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai yang nyata yang
dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan yang sekarang atau
keputusan-keputusan yang akan datang. "http://beritaislamimasakini.com//wp-admin/post-new.php#_ftn1"
title="_ftnref1">[1]
Penulis lain, Burch dan Strater,
menyatakan: informasi
adalah
pengumpulan atau
pengolahan data untuk memberikan pengetahuan atau
keterangan. "http://beritaislamimasakini.com//wp-admin/post-new.php#_ftn2"
title="_ftnref2">[2]
Sedangkan George R. Terry, Ph. D.
menyatakan bahwa informasi
adalah
data yang penting yang
memberikan pengetahuan yang berguna. "http://beritaislamimasakini.com//wp-admin/post-new.php#_ftn3"
title="_ftnref3">[3]
Jadi, secara umum
informasi
adalah
data yang sudah diolah
menjadi suatu bentuk lain yang lebih berguna yaitu pengetahuan atau
keterangan yang ditujukan bagi penerima dalam pengambilan
keputusan, baik masa sekarang atau yang akan datang. Untuk
memperoleh informasi yang berguna, tindakan yang pertama adalah
mengumpulkan data, kemudian mengolahnya sehingga menjadi informasi.
Dari data-data tersebut informasi yang didapatkan lebih terarah dan
penting karena telah dilalui berbagai tahap dalam pengolahannya
diantaranya yaitu pengumpulan data, data apa yang terkumpul dan
menemukan informasi yang diperlukan George R. Terry, Ph. D.
menjelaskan, berguna atau tidaknya informasi tergantung pada
beberapa aspek, yaitu: 1. Tujuan si
penerima
Apabila informasi itu tujuannya untuk
memberikan bantuan maka informasi itu harus membantu si penerima
dalam usahanya untuk mendapatkannya. 2. Ketelitian
penyampaian dan pengolahan data
penyampaian dan
mengolah data, inti dan pentingnya info harus dipertahankan. 3.
Waktu Informasi yang disajikan
harus sesuai dengan perkembangan informasi itu sendiri. 4.
Ruang dan tempat Informasi yang
didapat harus tersedia dalam ruangan atau tempat yang tepat agar
penggunaannya lebih terarah bagi si pemakai. 5.
Bentuk Dalam hubungannya bentuk
informasi harus disadari oleh penggunaannya secara efektif,
hubungan-hubungan yang diperlukan, kecenderungan-kecenderungan dan
bidang-bidang yang memerlukan perhatian manajemen serta menekankan
informasi tersebut ke situasi-situasi yang ada hubungannya. 6.
Semantik Agar informasi efektif
informasi harus ada hubungannya antara kata-kata dan arti yang
cukup jelas dan menghindari kemungkinan salah tafsir. Jelaslah
bahwa agar informasi itu menjadi berguna harus disampaikan kepada
orang yang tepat, pada waktu yang tepat, dan dalam bentuk yang
tepat pula. Tidak semua data merupakan informasi. Ada kantor-kantor
yang menyimpan data-data atau catatan yang sebenarnya tidak ada
gunanya. Sebaliknya informasi yang diperlukan dilengkapi dengan
data.


"http://beritaislamimasakini.com//wp-admin/post-new.php#_ftnref1"
title="_ftn1">[1]
Gordon B. Davis, Management Information
System: Conceptual Foundation, Structure, and Development,
McGraw-Hill International Book Company, Aucklland dll., 1974,
halaman 32 "http://beritaislamimasakini.com//wp-admin/post-new.php#_ftnref2"
title="_ftn2">[2]
Bruch dan Strater, Information System: Theory
and Practice, Hamilton Publishing Company, Santa Barbara,
California, 1974, Halaman 23 "http://beritaislamimasakini.com//wp-admin/post-new.php#_ftnref3"
title="_ftn3">[3]
George R. Terry, Ph.D., Office Management and
Control, Fourth Edition, Richard D. Irwin Inc., Homewood, Ilinois,
1962, Halaman 21