Dajjal Sudah Ada di Sebuah Pulau

penulis Al-Ustadz Qomar ZA Lc
Syariah Kajian Utama 01 - Oktober - 2007 08:57:29

Asy-Sya’bi rahimahullahu mengatakan kepada
Fathimah bintu Qais radhiyallahu ‘anha:
“Beri aku sebuah hadits yg kamu dengar dari
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yg tdk
kamu sandarkan kepada seorang pun selain beliau.â€
Fathimah mengatakan: “Jika engkau memang
menghendaki akan aku lakukan.†“Ya
berikan aku hadits itu†jawab
Asy-Sya’bi.
Fathimah pun berkisah: “Aku mendengar seruan
orang yg berseru penyeru Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam menyeru
‘Ash-shalatu
Jami’ah’. Aku pun keluar
menuju masjid lantas shalat bersama Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam. Dan aku berada pada shaf
wanita yg langsung berada di belakang shaf laki-laki. Tatkala
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam selesai
dari shalat mk beliau duduk di mimbar dan tertawa seraya
mengatakan: ‘Hendak tiap orang tetap di tempat
shalatnya.’ Kemudian kembali berkata:
‘Apakah kalian tahu mengapa aku kumpulkan
kalian?’ Para sahabat menjawab:
‘Allah dan Rasul-Nya lbh
tahu.’ Nabi Shallallahu
‘alaihi wa sallam melanjutkan:
‘Sesungguh –demi Allah- aku
tdk kumpulkan kalian utk sesuatu yg menggembirakan atau menakutkan
kalian. Namun aku kumpulkan kalian krn Tamim Ad-Dari. Dahulu ia
seorang Nasrani lalu datang kemudian berbai’at
dan masuk Islam serta mengabariku sebuah kisah sesuai dgn apa yg
aku ceritakan kepada kalian tentang Al-Masih Ad-Dajjal.
Ia memberitakan bahwa ia naik kapal bersama 30 orang dari Kabilah
Lakhm dan Judzam. Lalu mereka dipermainkan oleh ombak hingga berada
di tengah lautan selama satu bulan. Sampai mereka terdampar di
sebuah pulau di tengah lautan tersebut saat tenggelam matahari.
Mereka pun duduk perahu-perahu kecil. Setelah itu mereka memasuki
pulau tersebut hingga menjumpai binatang yg berambut sangat lebat
dan kaku. Mereka tdk tahu mana qubul dan mana dubur- krn demikian
lebat bulunya. Mereka pun berkata: ‘Apakah kamu
ini?’ Ia menjawab: ‘Aku adl
Al-Jassasah.’ Mereka mengatakan:
‘Apa Al-Jassasah itu?’ Ia :
‘Wahai kaum pergilah kalian kepada laki2 yg ada
rumah ibadah itu. Sesungguh ia sangat merindukan berita
kalian.’ Tamim mengatakan:
‘Ketika dia menyebutkan utk kami orang laki2
kami khawatir kalau binatang itu ternyata
setan.’ Tamim mengatakan:
‘Maka kami pun bergerak menuju kepada dgn cepat
sehingga kami masuk ke tempat ibadah itu. Ternyata di dlm ada orang
yg paling besar yg pernah kami lihat dan paling kuat ikatannya.
Kedua tangan terikat dgn leher antara dua lutut dan dua mata kaki
terikat dgn besi. Kami katakan: ‘Celaka kamu apa
kamu ini?’ Ia menjawab:
‘Kalian telah mampu mengetahui tentang aku. mk
beritakan kepadaku siapa kalian ini?’ Mereka
menjawab: ‘Kami ini orang2 dari Arab. Kami
menaiki kapal ternyata kami bertepatan mendapati laut sedang
bergelombang luar biasa sehingga kami dipermainkan ombak selama
satu bulan lama sampai kami terdampar di pulaumu ini. Kami pun naik
perahu kecil lalu memasuki pulau ini dan bertemu dgn binatang yg
sangat lebat dan kaku rambutnya. Tidak diketahui mana qubul- dan
mana dubur krn lebat rambut. Kamipun mengatakan:
‘Celaka kamu apa kamu ini?’
Ia menjawab: ‘Aku adl
Al-Jassasah.’ Kamipun berta lagi:
‘Apa Al-Jassasah itu?’ Ia
malah menjawab pergilah ke rumah ibadah itu sesungguh ia sangat
merindukan berita kalian. mk kami pun segera menujumu dan kami
takut dari binatang itu. Kami tdk merasa aman kalau ternyata ia adl
setan.’
Lalu orang itu mengatakan: ‘Kabarkan kepadaku
tentang pohon-pohon korma di Baisan.’
Kami mengatakan: ‘Tentang apa engkau meminta
beritanya?’
‘Aku berta kepada kalian tentang pohon korma
apakah masih berbuah?’ katanya.
Kami menjawab: ‘Ya.’
Ia mengatakan: ‘Sesungguh hampir-hampir ia tdk
akan mengeluarkan buahnya. Kabarkan kepadaku tentang danau
Thabariyyah.’
Kami jawab: ‘Tentang apa engkau meminta
beritanya?’
‘Apakah masih ada airnya?’
jawabnya.
Mereka menjawab: ‘Danau itu banyak
airnya.’
Ia mengatakan: ‘Sesungguh hampir-hampir air akan
hilang. Kabarkan kepadaku tentang mata air
Zughar1.’
Mereka mengatakan: ‘Tentang apa kamu minta
berita?’
‘Apakah di mata air itu masih ada airnya? Dan
apakah penduduk masih bertani dgn airnya?’
jawabnya.
Kami katakan: ‘Ya mata air itu deras air dan
penduduk bertani dengannya.’ Ia mengatakan:
‘Kabarkan kepadaku tentang Nabi Ummiyyin apa yg
dia lakukan?’
Mereka menjawab: ‘Ia telah muncul dari Makkah
dan tinggal di Yatsrib .’
Ia mengatakan: ‘Apakah orang2 Arab
memeranginya?’
Kami menjawab: ‘Ya.’
Ia mengatakan lagi: ‘Apa yg dia lakukan terhadap
orang2 Arab?’ mk kami beritakan bahwa ia telah
menang atas orang2 Arab di sekitar dan mereka taat kepadanya.
Ia mengatakan: ‘Itu sudah
terjadi?’
Kami katakan: ‘Ya.’
Ia mengatakan: ‘Sesungguh baik bagi mereka utk
taat kepadanya. Dan aku akan beritakan kepada kalian tentang aku
sesungguh aku adl Al-Masih. Dan hampir-hampir aku diberi ijin utk
keluar sehingga aku keluar lalu berjalan di bumi dan tdk ku
tinggalkan satu negeri pun kecuali aku akan turun pada dlm waktu 40
malam kecuali Makkah dan Thaibah kedua haram bagiku. Setiap kali
aku akan masuk pada salah satu malaikat menghadangku dgn pedang
terhunus di tangan menghalangiku darinya. Dan sesungguh pada tiap
celah ada para malaikat yg menjaganya.’
Fathimah mengatakan: ‘Maka Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dgn
menusukkan tongkat di mimbar sambil mengatakan:
‘Inilah Thaibah inilah Thaibah inilah Thaibah2
yakni Al-Madinah. Apakah aku telah beritahukan kepada kalian
tentang hal itu?’
orang2 menjawab: ‘Ya.’
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
‘Sesungguh cerita Tamim menakjubkanku di mana
sesuai dgn apa yg kuceritakan kepada kalian tentang serta tentang
Makkah dan Madinah. Ketahuilah bahwa ia berada di lautan Syam atau
lautan Yaman- tdk bahkan dari arah timur. Tidak dia dari arah
timur. Tidak dia dari arah timur. Tidak dia dari arah timur -dan
beliau mengisyaratkan dgn tangan ke arah
timur-.’
Fathimah mengatakan: “Ini saya hafal dari
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam.â€

1 Nama sebuah daerah di Syam.
2 dlm riwayat lain beliau mengatakan: “Dan itu adl Dajjal.”

Sumber: www.asysyariah.com