“Berpoligami Bagi Orang Yang Mempunyai Tanggungan Anak-Anak Yatim” ketegori Muslim.

Berpoligami Bagi Orang Yang Mempunyai Tanggungan Anak-Anak Yatim

Kategori Pernikahan

Rabu, 26 Januari 2005 12:53:16 WIB

BERPOLIGAMI BAGI ORANG YANG MEMPUNYAI TANGGUNGAN ANAK-ANAK YATIM

Oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Baz

Pertanyaan.
Syaikh Abdul Aziz bin Baz dita : Ada sebagian orang yg berkata, sesungguh menikah lebih dari satu itu tdk dibenarkan kecuali bagi laki-laki yg mempunyai tanggungan anak-anak yatim dan ia takut tdk dpt berlaku adil, maka ia menikah dgn ibu atau dgn salah satu putri (perempuan yatim). Mereka berdalil dgn firman Allah.

à ¢Ã¢”š ¬Ã…”œArti : Dan jika kamu takut tdk akan dpt berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yg kamu senangi : dua, tiga atau empatà ¢Ã¢”š ¬Ã‚ [An-Nisa : 3]

Kami berharap syaikh menjelaskan yg sebenar mengenai masalah ini.

Jawaban.
Ini ialah pendpt yg bathil. Arti ayat suci di atas ialah bahwasa jika seorang anak perempuan yatim berada di bawah asuhan seseorang dan ia merasa takut kalau tdk bisa memberikan mahar sepadan kpdnya, maka hendaklah mencari perempuan lain, sebab perempuan itu banyak dan Allah tdk mempersulit hal itu terhadapnya.

Ayat diatas memberikan arahan tentang boleh (disyarià ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢atkan) menikahi dua, tiga atau empat istri, krn yg demikian itu lebih sempurna dalam menjaga kehormatan, memalingkan pandangan mata dan memelihara kesucian diri, dan krn mrpk pemeliharaan terhadap kehormatan kebanyak kaum wanita, peruntukan ikhsan kpd mereka dan pemberian nafkah kpd mereka.

Tidak diragukan lagi bahwa sesungguh perempuan yg mempunyai separoh laki-laki (suami), sepertiga atau seperempat itu lebih baik daripada tdk pu suami sama sekali. Namun dgn syarat adil dan mampu untuk itu. Maka barangsiapa yg takut tdk dpt berlaku adil hendak cukup menikahi satu istri saja dgn boleh mempergauli budak-budak perempuan yg dimilikinya. Hal ini ditegaskan oleh praktek yg dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu à ¢Ã¢”š ¬Ã‹Å“alaihi wa sallam dimana saat beliau wafat meninggalkan sembilan orang istri. Dan Allah telah berfirman.

à ¢Ã¢”š ¬Ã…”œArti : Sesungguh telah ada bagi kamu pada Rasulullah suri teladan yg baikà ¢Ã¢”š ¬Ã‚ [Al-Ahzab : 21]

Ha saja Rasulullah Shallallahu à ¢Ã¢”š ¬Ã‹Å“alaihi wa sallam telah menjelaskan kpd ummat Islam (dalam hal ini ialah kaum laki-laki, pent) bahwa tdk seorangpun boleh menikah lebih dari empat istri. Jadi, meneladani Rasulullah Shallallahu à ¢Ã¢”š ¬Ã‹Å“alaihi wa sallam dalam menikah ialah menikah dgn empat istri atau kurang, sedangkan selebih itu mrpk hukum khusus bagi beliau.

[Fatwa Ibnu Baz, di dalam Majalah Al-Arabiyah, edisi 83]

[Disalin dari. Kitab Al-Fatawa Asy-Syarà ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢iyyah Fi Al-Masaà ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, hal 430-431 Darul Haq]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1318&bagian=0

Sumber Berpoligami Bagi Orang Yang Mempunyai Tanggungan Anak-Anak Yatim : http://alsofwah.or.id