"Beberapa Tahun Yang Lalu Tidak Berpuasa Ramadhan Karena Haid Dan Belum Mengqadhanya" ketegori Muslim.

Beberapa Tahun Yang Lalu Tidak Berpuasa Ramadhan Karena Haid Dan Belum Mengqadhanya

Kategori Puasa - Fiqih Puasa

Kamis, 21 Oktober 2004 13:21:09 WIB

SEKARANG BERUSIA LIMA PULUH TAHUN, DUA PULUH TUJUH TAHUN YANG LALU TIDAK MENJALANKAN PUASA RAMADHAN SELAMA LIMA BELAS HARI

Oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Baaz

Pertanyaan
Syaikh Ibnu Baaz dita : Sekarang saya berumur lima puluh tahun, dua puluh tujuh tahun yg lalu saya tdk berpuasa selama lima belas hari krn melahirkan salah seorang anak saya, dan saya belum sempat mengqadha di tahun tersebut, bolehkah saya mengqadha puasa itu saat ini, dan apakah saya berdosa.?

Jawaban
Hendak Anda bertobat kpd Allah krn penundaan ini dan Anda hrs mengqadha puasa yg lima belas hari itu dgn disertai memberi makan kpd seorang miskin sejumlah hari yg Anda tinggalkan sebanyak setengah sha' yg berupa makanan pokok.

[Kitab Fatawa Ad-Da'wah, Syaikh Ibnu Baaz, 2/159]

BEBERAPA TAHUN YANG LALU TIDAK BERPUASA RAMADHAN KARENA HAIDH DAN BELUM MENGQADHANYA

Oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Baaz

Pertanyaan
Syaikh Ibnu Baaz dita : Pada salah satu bulan Ramadhan beberapa tahun yg lalu, saya mendpt haidh oleh krn saya tdk berpuasa dan sampai saya belum mengqadha utang puasa itu, tapi saya tdk mengetahui berapa jumlah hari yg hrs saya qadha itu, apa yg hrs saya lakukan ?

Jawaban
Anda hrs melaksanakan tiga hal.

Pertama : Bertobat kpd Allah krn keterlambatan itu dan menyesali apa yg telah Anda mengabaikan suatu ketetapan Allah, di samping itu Anda hrs bertekad untuk tdk mengulangi peruntukan itu lagi, krn Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.

"Arti : Dan bertaubatlah kpd Allah, hai orang-orang yg beriman supaya kamu beruntung" [An-nur : 31]

Menunda-nunda qadha puasa ialah suatu maksiat, maka bertaubatlah kpd Allah dari itu ialah suatu kewajiban.

Kedua : Segera mengqadha puasa berdasarkan perkiraan Anda dalam menentukan jumlah harinya, krn Allah Subhanahu wa Ta'ala tdk membebani seseorang kecuali apa yg disanggupinya. Berapa jumlah hari yg telah Anda tinggalkan menurut dugaan Anda, maka sejumlah hari itulah yg hrs Anda qadha. Jika Anda perkirakan bahwa puasa yg hrs Anda qadha itu sepuluh hari, maka hendaklah Anda berpuasa sepuluh hari, dan jika Anda menduga bahwa jumlah lebih banyak atau kurang dari itu, maka berpuasalah Anda berdasarkan dari sepuluh hari makan berpuasalah Anda dgn berpatokan pada dugaan Anda itu, berdasarkan firman Allah.

"Arti : Allah tdk membebani seseorang melainkan sesuatu dgn kesanggupannya" [Al-Baqarah : 286]

Dan firman Allah.

"Arti : Maka bertaqwalah kamu kpd Allah menurut kesanggupanmu" [At-Taghabun : 16]

Ketiga : Memberi makan kpd seorang miskin untuk setiap hari yg Anda qadha itu, dan itu bisa diberikan seluruh kpd satu orang miskin. Jika Anda sendiri seorang yg miskin sehingga tdk dpt memberi makan, maka tdk mengapa Anda tdk melakukan yg ini tetapi tetap bertaubat dan mengqadha puasa. Jika Anda mampu memberi makan, maka jumlah yg hrs diberikan ialah setengah sha' makanan pokok, yaitu sekitar satu setengah kilogram.

[Majmu'ah Fatawa wa Maqalat Mutanawwi'ah, Syaikh Ibnu Baaz, 6/19]

MEMPUNYAI UTANG PUASA SELAMA DUA RATUS HARI KARENA KETIDAK TAHUANNYA DAN SEKARANG SEDANG SAKIT

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dita : Seorang wanita berusia lima puluh tahun tengah menderita diabetes (penyakit gula), sementara puasa bagi ialah suatu hal yg sangat memberatkan krn kondisi yg seperti itu. Kendati demikian ia tetap berpuasa pada bulan Ramadhan, ha saja ia tdk tahu bahwa hari-hari haidh di bulan Ramadhan hrs diqadha, dan jika dihitung masa haidh selama beberapa tahun lalu itu, maka ia hrs mengqadha puasa selama dua ratus hari, bagaimanakah hukum yg dua ratus hari ini, sebab kini ia sedang sakit ? Apakah Allah mengampuni apa yg telah lalu itu, ataukah ia tetap hrs berpuasa dan memberi makan orang yg berpuasa ? Apakah mesti memberi makan kpd orang yg berpuasa, atau memberi makan kpd sembarang orang miskin ?

Jawaban
Jika keadaan seperti yg digambarkan oleh penanya, yaitu puasa akan membahayakan diri kerena usia yg telah lanjut atau krn penyakit yg dideritanya, maka ia hrs memberi makan kpd seorang miskin untuk setiap hari yg ditinggalkan sebanyak hari tersebut. Begitu juga dgn puasa-puasa yg akan datang jika berpuasa itu menyulitkan bagi dan tdk ada harapan untuk keluar dari kesulitan itu, yaitu hrs memberi makan kpd seorang miskin untuk setiap hari yg ditiinggalkannya. [Durus wa Fatawa Al-Haram Al-Makki, Ibnu Utsaimin, 3/54]

[Disalin dari buku Al-Fatawa Al-Jami'ah Lil Mar'atil Muslimah, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita 1, penyusun Amin bin Yahya Al-Wazan, terbitan Darul Haq, penerjemah Amir Hazmah Fakhruddin]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1127&bagian=0

Sumber Beberapa Tahun Yang Lalu Tidak Berpuasa Ramadhan Karena Haid Dan Belum Mengqadhanya : http://alsofwah.or.id