Pengakuan Belanda atas kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 sesuai dgn proklamasi kemerdekaan Indonesia baru dilakukan pada 16 Agustus 2005 sehari sebelum peringatan 60 tahun proklamasi kemerdekaan Indonesia oleh Menlu Belanda Bernard Rudolf Bot dalam pidato resmi di Gedung Deplu. Pada kesempatan itu Pemerintah Indonesia diwakili oleh Menlu Hassan Wirajuda. Keesokan hari Bot juga menghadiri Upacara Kenegaraan Peringatan Hari Ulang Tahun ke-60 Kemerdekaan RI di Istana Negara Jakarta. Langkah Bot ini mendobrak tabu dan merupakan yang pertama kali dalam sejarah. Selama 60 tahun Belanda tak bersedia mengakui kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Belanda menganggap kemerdekaan Indonesia baru terjadi pada 27 Desember 1949 yaitu ketika soevereiniteitsoverdracht (penyerahan kedaulatan) ditandatangani di Istana Dam Amsterdam. Belanda sesalkan siksa Rakyat Indonesia pasca 17-8-1945 akhirnya mengakui Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945. Belanda pun mengakui tentara telah melakukan penyiksaan terhadap rakyat Indonesia melalui agresi militer pasca proklamasi. “Atas nama pemerintah Belanda saya ingin menyatakan penyesalan sedalam-dalam atas terjadinya semua ini” begitulah kata Menlu Bernard Bot dalam pidato resmi kepada pemerintah Indonesia yg diwakili Menlu Hassan Wirajuda di ruang Nusantara Gedung Deplu Jl Pejambon Jakarta Pusat. “Fakta ada aksi militer merupakan kenyataan sangat pahit bagi rakyat Indonesia. Atas nama pemerintah Belanda saya ingin menyatakan penyesalan sedalam-dalam atas semua penderitaan ini” kata Menlu Belanda Bernard Bot kepada wartawan dalam pidato kenegaraan tersebut hari Selasa 16 Agustus 2005. Sungguh mahal ya harga kemerdekaan Indonesia tercinta ini. Mari bersatu mempertahankan kemerdekaan dan membangun negeri.