“Apakah Lailatul Qadar Itu Sudah Pasti Pada Suatu Malam Atau Berpindah-Pindah Pada Setiap Tahunnya” ketegori Muslim.

Apakah Lailatul Qadar Itu Sudah Pasti Pada Suatu Malam Atau Berpindah-Pindah Pada Setiap Tahunnya

Kategori Puasa - I’tikaaf

Minggu, 23 Oktober 2005 21:04:51 WIB

APAKAH MALAM LAILATUL QADAR ITU SUDAH PASTI PADA SUATU MALAM ATAUKAH BERPINDAH DARI SUATU MALAM KE MALAM LAINNYA PADA SETIAP TAHUNNYA

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan,
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dita : Apakah malam Lailatul Qadar itu suah pasti pada suatu malam ataukah berpindah dari suatu malam ke malam lain pada setiap tahun ?

Jawaban
Tidak diragukan lagi bahwa Lailatul Qadar terjadi pada bulan Ramadhan. Allah berfirman.

“Arti : Sesungguh kami telah menurunkan (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan” [Al-Qadar : 1]

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga menjelaskan dalam ayat yg lain bahwa Dia telah menurunkan Al-Qur’an pada bulan Ramadhan.

“Arti : (Beberapa hari yg ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yg didalam diturunkan (permulaan) Al-Qur’an” [Al-Baqarah : 185]

Rasulullah pernah beri’tikaf pada sepuluh malam pertama bulan Ramadhan untuk mencari Lailatul Qadar, lalu beri’tikaf pada sepuluh malam pertengahan, hingga beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat Lailatul Qadar ini pada sepuluh malam terkahir pada bulan Ramadhan.[1]. Kemudian terjadi persamaan mimpi di antara beberapa sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa ia terjadi tujuh malam terakhir dari Ramadhan. Lalu beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Arti : Saya melihat bahwa mimpi kalian saling bersesuaian terjadi pada tujuh malam terakhir. Maka barangsiapa yg ingin mencari hendaklah ia mencari pada tujuh malam terakhir”

Inilah pembatasan yg paling minimal dari penentuan dalam waktu tertentu.

Jika kita memperhatikan dalil-dalil tentang Lailatul Qadar, akan jelas bagi kita bahwa Lailatul Qadar itu berpindah dari satu malam ke malam lainnya. Ia tdk terbatas dgn satu hari tertentu pada setiap tahunnya. Nabi pernah diberi tahu dalam tidur tentang Lailatul Qadar. Sedangkan pagi hari beliau sujud di atas tanah yg tergenang air yg mana malam itu ialah malam ke dua puluh satu [3] Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda.

“Arti : Carilah Lailatul Qadar pada hari ganjil di sepuluh malam terakhir dari Ramadhan” [4]

Hal ini menujukkan bahwa Lailatul Qadar tdk terbatas pada satu malam tertentu. Dari sini terkumpullah dalil-dalilnya, sehingga seyogya seseorang selalu mengharap turun Lailatul Qadar pada setiap malam dari sepuluh malam terakhir. Dan pahala Lailatul Qadar itu diperoleh oleh siapa saja yg menghidupkan malam itu dgn penuh iman dan ikhlas, baik itu mengetahui atau tdk. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Arti : Barangsiapa bangun shalat pada malam Lailatul Qadar krn iman dan keikhlasan maka dosa yg telah lalu diampuni” [5]

Di sini tdk dikatakan, jika ia tahu waktu turunnya. Jadi tdk disyaratkan untuk mendptkan pahala Lailatul Qadar orang yg beribadah hrs mengetahui waktu dgn pasti. Tetapi barangsiapa beribadah pada setiap malam dari sepuluh malam terkahir bulan Ramadhan, krn keimanan dan keikhlasan maka kami yakin bahwa ia pasti mendptkan Lailatul Qadar sama saja apakah terjadi di awalnya, pertengahan ataupun akhirnya. Allah lah yg memberi taufik.

[Disalin dari kitab Majmu Fatawa Arkanil Islam, edisi Indonesia Majmu Fatawa Solusi Problematika Umat Islam Seputar Akidah dan Ibadah, Penulis Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Penerbit Pustaka Arafah]
________
Foote Note
[1]. Hadits Riwayat Bukhari dalam “Fadhlu Lailatul Qadri” Bab Mencari Lailatul Qadar (2016). Dan Muslim dalam “Shiyam” Bab Keutamaan Lailatul Qadar.
[2]. Hadits Riwayat Bukhari dalalm “Fadhilah Lailatul Qadar” Bab Mencari Lailatul Qadar (2015). Dan Muslim Dalam “Shiyam” Bab Keutamaan Lailatul Qadar (215).
[3]. Sudah ditakhrij
[4] Hadits Riwayat Bukhari Dalam “Shalat Tarawih” Bab Mencari Lailatul Qadar Pada Malam Ganjil Dari Sepuluh Malam Terakhir (1913). Dan Muslim Dalam “Shiyam” Bab Keutamaan Lailatul Qadar (1169)
[5] Hadits Riwayat Bukhari “Kitab Iman” Bab Sunnah Shalat Bulan Ramadhan Termasuk Dari Iman (37). Dan Muslim “Shalat Musafirin” Bab Hasungan Untuk Shalat Bulan Ramadhan (173).

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1624&bagian=0

Sumber Apakah Lailatul Qadar Itu Sudah Pasti Pada Suatu Malam Atau Berpindah-Pindah Pada Setiap Tahunnya : http://alsofwah.or.id