“Apa Hikmah Diwajibkan Puasa ?” ketegori Muslim.

Apa Hikmah Diwajibkan Puasa ?

Kategori Puasa - Fiqih Puasa

Sabtu, 22 Oktober 2005 07:49:23 WIB

APA HIKMAH DIWAJIBKANNYA PUASA ?

Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Pertanyaan. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dita : Apakah hikmah dari diwajibkan pausa ? Jawaban Apa bila kita membaca firman Allah Azza wa Jalla. à ¢Ã¢”š ¬Ã…”œArti : Wahai orang-orang yg beriman ! Diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwaà ¢Ã¢”š ¬Ã‚ [Al-Baqarah : 183] Pasti kita mengetahui apa hikmah diwajibkan puasa, yakni takwa dan menghambakan diri kpd Allah Subhanahu wa Taà ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢ala, takwa ialah meninggalkan keharaman, istilah itu secara mutlak mengandung makna mengerjakan perintah, meninggalkan larangan, Nabi Shallallahu à ¢Ã¢”š ¬Ã‹Å“alaihi wa sallam bersabda. à ¢Ã¢”š ¬Ã…”œArti : Barangsiapa yg tdk meninggalkan kata-kata dusta dan mengerjakan kedustaan, maka Allah tidal butuh kpd amalan dalam meninggalkan makanan dan minumannyaà ¢Ã¢”š ¬Ã‚ [1] Berdasarkan dalil ini diperintahkan dgn kuat terhadap setiap yg berpuasa untuk mengerjakan segala kewajiban, demikian juga menjauhi hal-hal yg haram baik berupa perkataan maupun peruntukan, hendak dia tdk menggunjing orang lain, tdk berdusta, tdk mengadu domba antar mereka, tdk menjual barang jualan yg haram, menjauhi segala bentuk keharaman, apabila seorang manusia mengerjakan semua itu dalam satu bulan penuh maka itu akan memudahkan kelak untuk berlaku baik di bulan-bulan tersisa dalam setahun. Tetapi alangkah sedihnya, sebagian besar orang yg berpuasa tdk membedakan antara hari puasa dgn hari berbuka, mereka tetap menjalani kebiasaan yg biasa dijalani yakni meninggalkan kewajiban, mengerjakan peuntukan haram, tdk merasakan keagungan puasa ; peruntukan ini tdk membatalkan puasa tetapi mengurangi pahalanya, seringkali kesalahan itu merusak pahala puasa sehingga tersia-sialah pahalanya. [Disalin dari kitab Majmuà ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢ Fatawa Arkanil Islam, edisi Indonesia Majmu Fatawa Solusi Problematika Umat Islam Seputar Akidah dan Ibadah, Penulis Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Penerbit Pustaka Arafah] _________ Foote Note [1].Diriwayatkan oleh Bukhari : Kitab Shaum, Bab : Orang yg tdk meninggalkan kata-kata dusta, megerjakan (1903) Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1623&bagian=0 Sumber Apa Hikmah Diwajibkan Puasa ? : http://alsofwah.or.id